PanturaNews (Brebes)– Dinamika politik di Kabupaten Brebes sempat memanas menyusul beredarnya kabar kepindahan tokoh senior PDI Perjuangan, Indra Kusuma, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Namun, spekulasi tersebut segera dipatahkan oleh kolega dekatnya yang menegaskan bahwa mantan Bupati Brebes tersebut masih setia di bawah panji partai berlambang banteng moncong putih.
Ketua DPRD Kabupaten Brebes, Mukhamad Taufiq, menegaskan bahwa Indra Kusuma sama sekali tidak memiliki rencana untuk meninggalkan partai yang telah membesarkan namanya.
“Isu Indra Kusuma pindah ke PSI itu sama sekali tidak benar. Saya tegaskan, Pak Indra tetap berada di dalam barisan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari PDI Perjuangan,” ujar Taufiq dalam keterangannya, Selasa (2/2).
Menepis Narasi Liar
Taufiq mensinyalir bahwa rumor ini sengaja diembuskan sebagai "peluru" politik untuk menciptakan kegaduhan di tengah proses konsolidasi internal partai.
Menurutnya, pergantian struktur kepengurusan di tingkat DPC seringkali dimanfaatkan pihak tertentu untuk membangun narasi yang tidak berdasar.
“Itu hanya spekulasi liar atau hoaks yang sengaja dimainkan. Di politik, perubahan struktur itu biasa, tapi jangan dipelintir menjadi isu pindah partai,” tegas mantan Sekretaris DPC PDIP Brebes tersebut.
Kekuatan Akar Rumput dan Politik Keluarga
Ketegasan Taufiq bukan tanpa alasan. Secara geopolitik di Brebes, posisi Indra Kusuma masih sangat sentral. Sebagai Bupati periode 2007–2012, Indra telah membangun jejaring akar rumput yang sangat kuat yang hingga kini masih menjadi basis suara PDIP.
Terlebih lagi, gerbong politik keluarga Indra Kusuma saat ini sepenuhnya menguasai posisi strategis lewat PDI Perjuangan:
Paramitha Widya Kusuma: Bupati Brebes (Eksekutif).
Shintya Sandra Kusuma: Anggota DPR RI (Legislatif Pusat).
Kingking Trahing Kusuma: Anggota DPRD Brebes (Legislatif Daerah).
"Secara logika politik, fondasinya sudah sangat jelas. Seluruh keluarga inti beliau berjuang di jalur yang sama. Jadi, sangat tidak relevan jika beliau dikaitkan dengan partai lain," terang Taufiq.
Untuk itu, Taufiq meminta seluruh kader dan simpatisan di tingkat akar rumput untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang memecah belah.
Ia memastikan bahwa mesin partai tetap solid dan Indra Kusuma tetap menjadi mentor bagi kader-kader muda di Brebes.
"Masyarakat dan kader harus kritis. Fokus kita adalah pembangunan Brebes dan kepentingan rakyat, bukan terjebak dalam kabar burung yang tidak jelas sumbernya," pungkasnya.