PanturaNews (Tegal) - Kelompok teater pelajar kebanggaan Kota Tegal, Teater Detak dari SMA Negeri 1 Kota Tegal, sukses menggelar pementasan akbar bertajuk "Rengkuh: Pelukan yang Tak Pernah Terjadi".
Bertempat di Teater Arena Taman Budaya Tegal pada Sabtu 17 Januari 2026, pertunjukan ini berhasil menyedot perhatian lebih dari 800 penonton yang memadati gedung pertunjukan.
Pementasan ini menghadirkan sebuah terobosan kreatif yang tidak biasa dalam teater tingkat pelajar. Mengambil latar waktu tahun 1902, "Rengkuh" tidak hanya menyajikan drama romansa sejarah, tetapi juga mengintegrasikan materi akademis sekolah, yakni teori-teori Fisika dan Mekanika Quantum, ke dalam narasi panggung.
"Rengkuh" mengisahkan percintaan dua insan dari bangsa yang tengah berselisih paham. Sebuah kisah cinta yang terhalang oleh perbedaan suku, kasta, dan kebangsaan yang mustahil untuk disatukan.
Salah satu perwakilan tim produksi, Galang Adipatra menjelaskan filosofi di balik judul tersebut.
"Rengkuh sendiri artinya memeluk. Namun, di sini kami membawakan tema tersebut dari sudut pandang sebaliknya, yaitu 'pelukan yang tak pernah terjadi'. Alasan kami memilih tema ini adalah untuk menunjukkan kepada penonton bahwa ada beberapa hal yang memang tidak bisa disatukan ketika adanya perbedaan kasta, budaya, dan adat yang begitu kuat,"* ujarnya.
Kesuksesan pementasan ini merupakan buah dari kerja keras siswa-siswi SMAN 1 Tegal yang menggarap seluruh proses secara mandiri (Teater Mandiri).
"Benar, proses ini kami beri nama teater mandiri karena murni dari tim kami sendiri yang menggarap, yaitu siswa dan siswi SMAN 1 Kota Tegal," tambah Galang sebagai Pimpinan Produksi bersama Mellyana Annisa.
Persiapan panjang dilakukan demi hasil yang maksimal. Naskah yang ditulis oleh Kaylea Aurel Harlya & Anindya Isna Ramadanti ini telah digarap selama 5 hingga 7 bulan.
Sementara itu, proses latihan keaktoran dan persiapan artistik dilakukan secara intensif selama 3 bulan sebelum pentas di Balai Budaya Dewan Kesenian Kota Tegal yang beralamat di Jl Jalak Timur eks SD N Pekauman 8 Kota Tegal.
Totalitas Teater Detak juga terlihat dari nilai produksi yang digelontorkan. Dengan biaya produksi mencapai 29 juta, pementasan ini menyuguhkan tata panggung, kostum, dan visual yang megah untuk mendukung atmosfer tahun 1902, meskipun tantangan dalam pengaturan tempo (pacing) dan setting menjadi pembelajaran berharga bagi tim untuk pementasan selanjutnya.
Teater Detak adalah unit kegiatan ekstrakurikuler teater yang berbasis di SMA Negeri 1 Kota Tegal. Wadah ini menjadi tempat bagi siswa untuk mengekspresikan seni peran, penulisan naskah, dan manajemen pertunjukan, serta terus berinovasi menggabungkan seni dengan edukasi.