Sabtu, 17/01/2026, 20:26:23
Pentingnya Pencatatan Akuntansi Bagi UMKM: Studi Kasus Nayla Digital Print
OLEH: NAYLA FEBIANI PERMATA PUTRI
.

USAHA mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, UMKM menyumbang lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Meskipun demikian, masih banyak UMKM yang menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan, khususnya pada aspek pencatatan akuntansi.

Salah satu permasalahan utama yang sering ditemui adalah rendahnya kesadaran pelaku UMKM terhadap pentingnya pencatatan transaksi keuangan. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan ingatan atau pencatatan sederhana tanpa sistem yang jelas. Padahal, hasil survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa UMKM yang tidak memiliki laporan keuangan cenderung mengalami kesulitan dalam mengontrol arus kas dan menilai kinerja usaha secara objektif.

Nayla Digital Print merupakan salah satu UMKM yang bergerak di bidang jasa percetakan digital. Usaha ini melayani berbagai kebutuhan percetakan, seperti dokumen, sticker, foto, dan produk digital lainnya.

Dalam kegiatan operasional sehari-hari, Nayla Digital Print melakukan banyak transaksi, mulai dari pembelian bahan baku, pembayaran biaya listrik dan internet, hingga penerimaan pendapatan dari pelanggan. Kondisi tersebut menuntut adanya pencatatan akuntansi yang tertib dan sistematis.

Pada tahap awal operasional, Nayla Digital Print hanya melakukan pencatatan sederhana berupa pemasukan dan pengeluaran harian tanpa pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha.

Kondisi ini sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebutkan bahwa sebagian besar UMKM di Indonesia belum menyusun laporan keuangan sesuai dengan kaidah akuntansi. Akibatnya, pemilik usaha sering mengalami kesulitan dalam mengetahui besarnya laba yang sebenarnya serta dalam mengendalikan biaya operasional.

Penerapan pencatatan akuntansi yang baik memberikan berbagai manfaat bagi UMKM. Dengan pencatatan yang rapi dan konsisten, pelaku usaha dapat mengetahui kondisi keuangan secara jelas, baik dari sisi pendapatan, beban, maupun laba usaha.

Selain itu, laporan keuangan sederhana, seperti laporan laba rugi dan catatan arus kas, dapat dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan, misalnya dalam menentukan harga jual, menekan biaya yang tidak perlu, serta merencanakan pengembangan usaha.

Berdasarkan studi kasus Nayla Digital Print, dapat disimpulkan bahwa pencatatan akuntansi bukan hanya kebutuhan perusahaan besar, tetapi juga sangat penting bagi UMKM. Dengan pencatatan yang sederhana namun dilakukan secara konsisten, pelaku usaha dapat meningkatkan kontrol keuangan, meminimalkan kesalahan pencatatan, serta menjaga keberlangsungan usaha dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, pelaku UMKM diharapkan mulai melakukan pencatatan akuntansi sejak dini. Langkah ini tidak hanya membantu dalam pengelolaan keuangan usaha, tetapi juga dapat meningkatkan profesionalisme serta daya saing UMKM di tengah persaingan usaha yang semakin ketat.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita