PanturaNews (Brebes) – Menjelang puncak peringatan Hari Jadi ke-348 Kabupaten Brebes yang jatuh pada 18 Januari mendatang, Pemerintah Kabupaten Brebes menggelar tradisi ziarah ke makam para tokoh pendahulu dan mantan bupati.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya merawat memori kolektif atas jasa para pemimpin yang telah membentuk wajah Brebes hingga saat ini.
Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, memimpin langsung rombongan "roadshow" ziarah tersebut pada Kamis (15/1/2026).
Didampingi suami Ahmad Saeful Ansori dan jajaran Forkopimda, langkah kaki rombongan dimulai dari jantung pemerintahan, yakni petilasan kamar Mbah Joko Poleng yang berada di Komplek Pendopo Bupati Brebes.
Perjalanan Lintas Wilayah
Di bawah gema tahlil yang dipimpin oleh KH Saefudin, suasana khidmat menyelimuti petilasan tokoh legendaris tersebut.
Selepas dari Pendopo, rombongan bergerak menuju Pesarean Pangeran Angka Wijaya di Losari, sebelum akhirnya bertolak ke Makam Mbah Ruby di Klampok, Kecamatan Wanasari.
Di kompleks makam Klampok, narasi sejarah Brebes abad ke-19 seolah hidup kembali. Di sana bersemayam para penguasa dari Dinasti Pranata Yuda. Mulai dari Arya Singasari Pranata Yuda yang memimpin selama 27 tahun, hingga cucunya, Kanjeng Adipati Singasari Pranata Yuda III, yang memegang rekor masa jabatan terlama (1850–1878).
"Ziarah ini adalah bentuk penghormatan dan penghargaan kami kepada para pendahulu yang telah berjuang dan meletakkan fondasi bagi pembangunan di Brebes," ujar Paramitha di sela-sela kegiatannya.
Mengenang Bupati Era Revolusi
Perjalanan berlanjut ke Desa Kertabesuki untuk menziarahi makam H.M. Tadjudin Noor Ali, bupati asli putra daerah periode 1999–2001. Tak ketinggalan, rombongan juga singgah di makam ulama besar Syekh Junaedi Al Baghdadi di Randusanga Wetan.
Salah satu titik paling emosional dalam rangkaian ziarah ini adalah kunjungan ke makam KH. Syahtori di Desa Talang, Kabupaten Tegal. Beliau merupakan potret pemimpin pejuang yang dipilih rakyat pada era revolusi (1946–1947).
Sebagai ctatan sejarah, KH. Syahtori dikenal sebagai tokoh Masyumi yang gugur di tangan tentara NICA saat Agresi Militer Pertama.
Ia dieksekusi setelah dengan tegas menolak bekerja sama dengan pemerintahan Recomba bentukan Belanda. Jasadnya baru ditemukan kemudian di wilayah Songgom.
Akar dari Karawang hingga Rafles
Menutup rangkaian perjalanan, rombongan menuju Makam Bupati Pusponegoro di Kalisoka dan makam Bupati ke-5 Brebes, Singosari Pranata Yuda I di Desa Surokidul, Kabupaten Tegal.
Ada catatan menarik pada sosok Singosari Pranata Yuda I. Berdasarkan catatan sejarah, ia diangkat sebagai bupati pada 1 Juli 1809 oleh Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles.
Silsilahnya pun terhubung hingga ke Karawang, menjadi bukti betapa dinamisnya jejaring kepemimpinan di masa lampau yang melintasi batas-batas wilayah administratif saat ini.
Melalui doa dan tabur bunga yang dilakukan di sepanjang hari itu, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap nilai-nilai pengabdian para leluhur dapat menjadi inspirasi bagi generasi sekarang dalam membangun daerah yang lebih sejahtera.