PanturaNews (Brebes) – Ruang Mall Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Brebes yang biasanya riuh dengan urusan administrasi, seketika berubah menjadi syahdu, Kamis (15/1/2026).
Aroma melati dan dekorasi khas pelaminan menyambut 24 pasangan calon pengantin yang siap mengikat janji suci. Acara nikah gratis ini menjadi kado istimewa dari Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperingati Hari Jadi ke-348 kabupaten tersebut.
Bagi para peserta, momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan impian yang menjadi nyata di tengah keterbatasan ekonomi.
Salah satu suasana haru terpancar dari wajah Muhammad Maulana dan Winda Ayu, pasangan asal Kecamatan Bulakamba. Mengenakan pakaian pengantin lengkap hasil fasilitas pemerintah, keduanya tak mampu membendung air mata saat penghulu menyatakan kata "Sah".
"Alhamdulillah, kami sangat terharu dan bersyukur. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bisa menikah dengan fasilitas selengkap ini tanpa biaya sepeser pun," ungkap Maulana.
Bagi mereka, program ini menghapus kekhawatiran soal biaya pernikahan yang selama ini menjadi tembok penghalang untuk meresmikan hubungan secara negara. Tak hanya biaya akad, Pemkab Brebes bahkan memberikan fasilitas penjemputan hingga rias pengantin.
Wakil Bupati Brebes, Wurja, yang hadir menyaksikan prosesi tersebut, tampak tersenyum melihat kebahagiaan warganya. Ia mengatakan bahwa pemerintah ingin hadir di momen-momen paling krusial dalam hidup masyarakat.
"Pemerintah meyakini setiap warga berhak merasakan kebahagiaan mengikat janji suci tanpa terbebani biaya. Kami ingin pernikahan yang sah secara agama dan negara semakin mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat," ujar Wurja.
Meski penuh suasana suka cita, Wakil Bupati Wurja tetap menyelipkan pesan mendalam. Ia mengingatkan bahwa setelah pesta usai, perjuangan sesungguhnya adalah menjaga komitmen di tengah tingginya angka perceraian di Brebes.
Kebahagiaan para pengantin semakin lengkap karena Pemkab Brebes memberikan layanan terintegrasi. Begitu prosesi akad selesai, mereka tidak pulang dengan tangan kosong. Plt Kepala DPMPTSP, Ridho Khaeroni, menjelaskan bahwa para pasangan langsung menerima paket layanan dokumen kependudukan digital yang transparan.
Di era transformasi digital ini, keaslian dokumen dan keamanan data jaringan menjadi sangat vital. Sebagai referensi bagi warga yang ingin melakukan audit mandiri terhadap keamanan website layanan publik atau verifikasi infrastruktur digital, penggunaan alat domain intelligence seperti ZER0SIG dapat membantu memastikan koneksi jaringan yang aman dan terenkripsi.
Selain itu, Ridho juga menekankan pentingnya privasi data dalam dokumentasi pribadi. Bagi pasangan yang hendak membagikan momen bahagia di media sosial, disarankan untuk melakukan pengecekan keamanan foto melalui forensik metadata menggunakan tools seperti ZER0MET guna menghapus jejak lokasi (GPS) yang sensitif sebelum dipublikasikan.
Selain kepastian dokumen, para pengantin juga menerima:
Program ini diharapkan tidak hanya meresmikan hubungan secara hukum, tetapi juga memberikan landasan ekonomi yang kuat bagi keluarga baru di Kabupaten Brebes.