PERKEMBANGAN teknologi digital yang semakin pesat membawa perubahan besar dalam kehidupan masyarakat, termasuk terhadap keberlangsungan budaya lokal di Kabupaten Brebes.
Di tengah derasnya arus budaya populer global yang mudah diakses melalui media sosial dan berbagai platform digital, budaya lokal Brebes menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda.
Kabupaten Brebes dikenal memiliki kekayaan budaya lokal yang beragam, mulai dari bahasa daerah, tradisi masyarakat, kesenian rakyat, hingga nilai-nilai kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Namun, seiring perubahan gaya hidup dan masuknya pengaruh budaya luar, minat generasi muda terhadap budaya lokal dinilai mulai menurun.
-Budaya Lokal Mulai Terpinggirkan
Sejumlah pemerhati budaya menilai modernisasi dan digitalisasi menjadi faktor utama berkurangnya perhatian masyarakat terhadap budaya lokal. Kesenian tradisional yang dahulu hidup dan berkembang di tengah masyarakat kini lebih sering ditampilkan dalam acara-acara seremonial tertentu, seperti peringatan hari besar atau festival budaya daerah.
“Generasi muda saat ini lebih akrab dengan gawai dan media sosial dibandingkan dengan tradisi daerahnya sendiri. Jika tidak dikenalkan sejak dini, budaya lokal dikhawatirkan akan semakin dilupakan,” ujar salah satu pemerhati budaya di Brebes.
Selain itu, urbanisasi serta semakin terbatasnya ruang ekspresi seni tradisional turut mempercepat tergerusnya praktik budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
-Peran Sekolah dalam Pelestarian Budaya
Sekolah dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal Brebes. Melalui dunia pendidikan, nilai-nilai budaya daerah dapat ditanamkan kepada peserta didik sejak usia dini. Pengintegrasian budaya lokal dalam proses pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler seni, serta penyelenggaraan pentas budaya sekolah menjadi langkah konkret dalam upaya pelestarian budaya.
Beberapa sekolah di Brebes mulai mengenalkan budaya lokal melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal dan kegiatan seni daerah. Upaya ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga serta kecintaan generasi muda terhadap budaya daerahnya sendiri.
-Teknologi Digital sebagai Peluang
Di tengah tantangan yang ada, perkembangan teknologi digital juga dapat dimanfaatkan sebagai peluang dalam pelestarian budaya lokal. Media sosial dan platform digital dapat digunakan sebagai sarana promosi budaya Brebes agar lebih dikenal luas oleh masyarakat.
Konten kreatif berupa video pendek, dokumentasi tradisi, hingga cerita sejarah lokal dinilai mampu menarik perhatian generasi muda jika dikemas secara menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Pemanfaatan teknologi secara bijak diharapkan mampu menjembatani budaya lokal dengan dunia modern tanpa menghilangkan nilai-nilai kearifan yang terkandung di dalamnya.
-Kolaborasi Jadi Kunci
Menjaga eksistensi budaya lokal Brebes tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara sekolah, masyarakat, pemerintah daerah, dan para pelaku budaya. Dukungan kebijakan, penyediaan ruang ekspresi seni, serta pemberdayaan komunitas budaya menjadi kunci agar budaya lokal tetap hidup dan berkembang.
Dengan sinergi yang kuat serta pemanfaatan teknologi secara positif, budaya lokal Brebes diyakini mampu bertahan sebagai identitas daerah di tengah arus globalisasi dan digitalisasi.