Senin, 12/01/2026, 20:21:22
Distribusi Terhambat, Petani di Brebes Antre Pupuk Bersubsidi Selama Berhari-hari
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Ratusan petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpaksa mengantre hingga sepuluh hari untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. 

Keterlambatan distribusi akibat kurangnya armada pengangkut dari distributor ke kios-kios menjadi penyebab utama antrean panjang di awal masa tanam 2026 ini.

Pantauan di Kios Pupuk Lengkap (KPL) Brebes Putra, Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, pada Senin (12/1/2026), antrean petani telah mengular sejak pagi. 

Salah satu petani, Rahmat (63), mengaku sudah membayar untuk pupuk jenis Urea dan Phonska sejak 2 Januari 2026, namun barang belum tersedia hingga hari ini.

"Sudah sepuluh hari belum dapat. Tiap hari harus jaga antrean di sini, kalau ditinggal takut diserobot orang. Padahal sawah jadi tidak terurus," keluh Rahmat.

Hal senada disampaikan Eni (59), petani lainnya. Ia memaksakan diri datang ke kios setiap pagi agar padi yang baru ditanamnya segera mendapatkan nutrisi.

"Kalau terlambat dipupuk, hasil panen pasti turun," ujarnya.

Admin KPL Brebes Putra, Agus, mengungkapkan terjadi ketimpangan antara pasokan dan kebutuhan. Saat ini, permintaan petani mencapai 50 ton per hari, sementara pengiriman dari distributor hanya mampu menyuplai 24 ton per hari.

"Kami hanya menerima tiga rit pengiriman dengan kapasitas 8 ton per armada. Jadi ada kekurangan 26 ton setiap harinya. Kami mendesak distributor segera menambah armada," jelas Agus.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua KUD Wanasari selaku distributor wilayah Bulakamba, Juwari, membantah terjadinya kelangkaan pupuk. 

Ia menegaskan stok di gudang sangat mencukupi, namun pengiriman terkendala jadwal tanam yang serentak di wilayah Pantura.

"Terjadi lonjakan permintaan karena petani tanam bersamaan. Masalah utamanya memang di armada. Kami sebelumnya hanya punya 3 truk, dan itu sangat kurang untuk menjangkau semua kios dengan cepat," kata Juwari.

Untuk mengatasi kemacetan distribusi, Juwari menyatakan pihaknya telah menambah 2 unit truk sewa. Dengan tambahan ini, kapasitas distribusi ke kios-kios diproyeksikan meningkat hingga 50 ton per hari guna memangkas durasi antrean petani.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita