Sabtu, 10/01/2026, 19:30:38
HUT PDIP ke-53 Diwarnai Aksi Mundur Massal Kader di Brebes
Ini Alasannya!
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Brebes diwarnai aksi mundur massal kader. 

Puluhan kader yang merupakan pengurus Pengurus Anak Cabang (PAC) dan Pengurus Ranting (PR) secara resmi menyatakan pengunduran diri dari keanggotaan partai.

Sedikitnya 25 kader dari PAC dan ranting Kecamatan Bulakamba dan Bumiayu mendatangi Kantor DPC PDIP Brebes, Sabtu (10/1/2026) sore. 

Mereka menyerahkan kartu tanda anggota (KTA), surat pengunduran diri bermaterai, serta menanggalkan atribut partai sebagai simbol keluar dari PDIP.

Selain pengurus PAC dan ranting, aksi pengunduran diri juga diikuti kader yang tergabung dalam Komunitas Juang, organisasi sayap di bawah PDIP.

Aksi tersebut dipimpin oleh Sekretaris PAC PDIP Kecamatan Bulakamba, Dede Nurerozi. 

Kepada awak media, Dede mengatakan pengunduran diri massal ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Brebes.

“Kami kecewa dengan keputusan DPP dan DPD saat Konfercab. Ketua DPC yang ditetapkan bukan berasal dari kader yang diusulkan oleh PAC se-Kabupaten Brebes,” ujar Dede.

Menurutnya, para kader telah sepakat untuk mundur sebagai bentuk sikap politik atas penetapan Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025–2030.

“Sebagai bentuk pengunduran diri, kami menyerahkan KTA dan surat mundur secara tertulis di Sekretariat DPC PDIP Brebes,” tegasnya.

Dede juga menegaskan bahwa aksi tersebut murni inisiatif kader tanpa adanya pihak yang menggerakkan.

“Kami datang dengan biaya sendiri. Tidak ada yang mengarahkan atau memprovokasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PAC PDIP Kecamatan Bumiayu, M Irwan, menegaskan bahwa nama Ketua DPC yang ditetapkan, Cahrudin, tidak berasal dari usulan akar rumput.

“Dari PAC Bumiayu, kami mengusulkan nama Pak Indra. Namun yang ditetapkan justru bukan dari usulan tersebut,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah kader PDIP Brebes juga telah lebih dulu menyatakan mundur. Salah satunya Asrofi, kader PDIP yang mengaku kecewa dengan hasil Konfercab yang dinilai tidak sesuai mekanisme partai.

“Sebanyak 15 dari 17 PAC sebelumnya mengusulkan Indra Kusuma yang sudah menjabat Ketua DPC selama 25 tahun. Tapi usulan mayoritas tidak diakomodir,” ujarnya.

Diketahui, Cahrudin ditetapkan sebagai Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025–2030 menggantikan Indra Kusuma yang telah menjabat selama lima periode. 

Penetapan tersebut dilakukan dalam Konfercab PDIP Brebes yang digelar di Semarang usai Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Jawa Tengah.

Dihubungi terpisah, Ketua DPC PDIP Brebes periode 2025–2030, Cahrudin, menanggapi singkat aksi pengunduran diri tersebut.

“Nanti saja, saya masih acara Mukernas PDIP di Jakarta. Mereka siapa juga saya belum ngecek kebenarannya,” ujarnya singkat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita