GENTENG Soka yang kokoh dikelola dengan menekankan pentingnya kombinasi bahan, dan proses tersebut menjadi kunci utama untuk menghasilkan Genteng yang kuat, kokoh, tidak mudah retak, dan memiliki daya tahan tinggi untuk tetap menjaga kualitas genting yang ada di Ajibarang, Kabupatem Banyumas.
Genting Soka merupakan Genteng tradisional khas Kabupaten Kebumen yang telah dikenal sejak awal abad ke-20. Keberadaannya bermula pada masa penjajahan Belanda. Ketika wilayah Kecamatan Pejagon dipilih sebagai pusat produksi Genteng karena memiliki tanah liat berkualitas tinggi. Tanah liat tersebut mampu menghasilkan genteng yang keras, padat, dan tahan terhadap cuaca.
Proses pembuatannya dilakukan secara teliti melalui tahap pengolahan tanah liat, pencetakan, pengeringan secara alami, dan pembakaran suhu yang menyesuaikan Kualitas. Kualitas Genteng Soka juga berpengaruh terhadap perkembangan industri Genteng di daerah lain, salah satunya di Ajibarang, Kabupaten Banyumas.
Pengrajin genteng di Ajibarang banyak mengadopsi prinsip pembuatan Genteng Soka, terutama dalam pemilihan bahan baku tanah liat dan proses pembakaran. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan Genteng di Ajibarang yang kuat, tidak mudah bocor, dan tahan lama. Industri genteng di Ajibarang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat setempat dan diwariskan secara turun-temurun, sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya.
Genteng Soka yang kokoh merupakan hasil dari pemilihan tanah liat berkualitas yang diolah melalui proses pencetakan dan pembakaran yang terkontrol. Setiap tahapan dilakukan dengan ketelitian tinggi untuk memastikan genting tidak mudah pecah, memiliki bentuk presisi, serta mampu bertahan terhadap panas dan hujan dalam jangka waktu lama. Kekokohan Genteng Soka yang ada di Ajibarang ini menjadikannya elemen penting untuk tetap menciptakan bangunan yang aman dan nyaman.
Bahan-bahan dan Alat Utama Pembuatan Genteng Soka yang Kokoh adalah Tanah liat/lempung, yakni sejenis tanah liat yang bersifat plastis mengandung kadar silica dan alumina yang tinggi. Lempung adalah material yang memiliki ukuran diameter patikel dan dapat ditemukan dekat permukaan bumi. Tanah/lempung berkualitas menjadi bahan utama genting karena memiliki daya ikat kuat dan mampu mengeras sempurna saat di bakar.
Pasir : Pasir halus ditambahkan untuk meningkatkan kepadatan dan mengurangi resiko retak. Perpaduan bahan tersebut menjadikan genteng lebih kuat, stabil, dan tahan lama.
Air: merupakan bahan dasar yang sangat penting dalam pembuatan Genteng. Air diperlukan untuk bereaksi dengan tanah liat serta menjadikan bahan pelumas antara tanah liat dengan pasir agar dapat mudah dikerjakan dan didapatkan. (Spesifikasi Bahan Bangunan, 2002).
Mesin penggiling : Mesin ini untuk mencampurkan tanah liat/lempung dan pasir serta menambahkan air untuk di giling agar mencampur, dan setelah tercampur kemudian akan keluar dengan potongan kotak yang tersusun lima-lima.
Cetakan Genteng : Alat ini menentukan bentuk dan ukuran Genteng. Alat pemotong: Digunakan untuk merapihkan bentuk Genteng. Tungku pembakaran: Untuk proses pembakaran genteng agar menjadi kuat. Alat pengering: Bisa berupa rak atau area terbuka untuk menjemur Genteng.
Pengelolaan Tradisional dalam Pembuatan Genteng Soka di Ajibarang: Proses pembuatan Genteng Soka dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
-1. Pemilihan dan Pengolahan Bahan Baku. Pemilihan tanah liat: Pilih tanah liat yang berkualitas, biasanya yang memiliki tekstur halus dan elastis, agar menghasilkan genteng yang kokoh. Pembersihan: Bersihkan tanah liat dari batu kecil, akar, atau benda asing lainnya.
-2. Pengolahan Tanah dan Pengadukan. Proses (Meret): Pengolahan tanah liat dengan alat cetakan namanya (Kecrok) dibikin bentuk balokan kecil agar nantinya bisa tercampur merata dengan tambahan sedikit pasir.
Pencampuran: Campurkan tanah liat dan pasir dengan air hingga mencapai konsistensi yang ideal. Pastikan adonan tidak terlalu cair atau terlalu kering. Pengolahan: Masukan tanah liat hingga ke dalam mesin pengolahan hingga teksturnya menjadi homogen dan elastis.
Pencetakan dari mesin: Tanah liat yang sudah tercampur rata nantinya akan keluar dari mesin berbentuk persegi panjang yang keluarnya lima-lima dan langsung disusun sebelum Pencetakan Genteng.
-3. Pencetakan Genteng. Pengambilan adonan: Ambil adonan tanah liat sesuai dengan ukuran cetakan yang akan digunakan. Pengepresan: Masukkan adonan ke dalam cetakan dan tekan hingga terbentuk sesuai dengan desain. Pemotongan: Potong kelebihan tanah liat pada cetakan menggunakan alat pemotong.
Ngededer: Setelah Genteng di cetak di masukkan ke dalam tempat biasanya untuk pengeringan setelah pencetakan genteng. Tidak langsung di jemur di bawah sinar matahari karena menjaga kualitas agar kokoh tidak mudah pecah.
-4. Penjemuran: Letakan genteng yang sudah dicetak di tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung. Durasi: Biarkan Genteng mengering selama 3-7 hari, tergantung pada kondisi cuaca.
-5. Pembakaran. Persiapan tungku: Panaskan tungku hingga mencapai suhu sekitar 800-1000 derajat Celsius.
Proses pembakaran : Masukan Genteng ke dalam tungku dan bakar selama 24-48 jam. Suhu yang digunakan dapat menyesuaikan agar saat pembakaran tidak mudah pecah, agar tetap menjaga kekokohan Genteng Soka tersebut.Setelah selesai, periksa Genteng untuk memastikan tidak ada retakan.
-6. Penyortiran dan Pemasaran. Pengecekan: Genteng sebelum dikirim ke konsumen hanya Genteng kualitas terbaik yang akan dikirim sesuai permintaan. Nantinya setelah penyortiran biasanya ada Genting kualitas nomor 1, 2, dan 3 sampai yang rusak akan dipisah dan dikelompokan sesuai kualitas.
Keunggulan Genteng Soka: -1. Tahan Lama: Genteng Soka ini dapat bertahan hingga puluhan tahun. -2. Isolasi Panas yang Baik: Membantu menjaga suhu ruangan tetap nyaman. -3. Ramah Lingkungan: Dibuat dari bahan alami yang mudah terurai. -4. Estetika : Memberikan tampilan tradisional yang indah pada rumah.
-Nilai Kekokohan Genteng Soka:
-1. Menjaga Kualitas Bangunan dan Keselamatan Penghuni: Genteng Soka yang kokoh berperan penting dalam melindungi bangunan dari kerusakan akibat cuaca. Kekuatannya menjamin keselamatan penghuni rumah dalam jangka panjang.
-2. Tradisi Pembuatan Genteng Soka sebagai Pengetahuan Lokal: Proses pembuatan Genteng Soka yang diwariskan turun-temurun mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijak. Pengetahuan ini menjadi bagian dari budaya kerja masyarakat.
-3. Genting Soka yang Kokoh sebagai Produk Bernilai Ekonomi dan Budaya: Selain bernilai fungsi, Genting yang kokoh juga memiliki nilai ekonomi karena menjadi sumber penghidupan masyarakat. Produk ini sekaligus mencerminkan identitas budaya lokal yang patut dilestarikan.
(Daftar Pustaka: Kecamatan Pejagoan. (2022, 14 April). Genteng Sokka. Website Resmi Kecamatan Kebumen. Diakses dari https://kec-pejagoan.kebumenkab.go.id/index.php/web/post/258/genteng-sokka
Pengaruh penambahan limbah padat abu terbang batubara (fly ash) terhadap kekuatan tekan dan porositas genteng tanah liat Kabupaten Pringsewu (Skripsi). (2013). Universitas Lampung. http://digilib.unila.ac.id/11374/8/II.pdf
Genteng Winata. (n.d.). Cara membuat genteng tanah liat. Diakses pada 9 Januari 2026 dari https://gentengwinata.com/cara-membuat-genteng-tanah-liat/)