Senin, 05/01/2026, 15:43:19
Didemo Warga soal Dana Desa dan PBB, Kepala Desa Benda Mengundurkan Diri
.
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

Kepala Desa Benda, Baitsul Amri, membacakan surat pengunduran diri dari jabatannya dihadapan para pendemo yang dikawal ketat aparat kepolisian setempat.

PanturaNews (Brebes) - Puluhan warga Desa Benda, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menggelar aksi unjuk rasa di Balai Desa Benda, Senin, 5 Januari 2026. 

Aksi tersebut berujung pada pengunduran diri Kepala Desa Benda, Baitsul Amri, setelah warga menuntutnya mundur terkait dugaan penyelewengan Dana Desa dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Massa aksi membawa pengeras suara dan poster bertuliskan “Turunkan Kades”. 

Mereka terlebih dahulu berkumpul di pertigaan Desa Benda, ruas jalan provinsi Bumiayu–Sirampog, sebelum bergerak menuju balai desa untuk menyampaikan tuntutan secara langsung. 

Aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian dan TNI.

Koordinator aksi, M. Imadudin, mengatakan warga menilai kepala desa tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa. Ia menyebut PBB yang telah dibayarkan warga diduga tidak disetorkan ke pemerintah.

“Warga sudah membayar PBB, tapi tidak jelas ke mana disetorkan,” kata Imadudin dalam orasinya.

Selain persoalan PBB, warga juga menyoroti pengelolaan Dana Desa dan minimnya perhatian terhadap pemuda. Perwakilan Karang Taruna mengaku belum pernah menerima alokasi anggaran dari pemerintah desa.

Tekanan massa akhirnya membuat Baitsul Amri menyatakan mundur dari jabatannya. 

Pernyataan pengunduran diri disampaikan secara tertulis dan dibacakan langsung di hadapan massa aksi di halaman Balai Desa Benda. 

“Saya menyatakan mundur dari jabatan kepala desa. Selama menjabat tentu banyak kekurangan, saya mohon maaf,” ujar Baitsul Amri.

Usai pernyataan tersebut, suasana aksi yang semula tegang berubah menjadi sorak-sorai warga. Sebagai simbol penerimaan pengunduran diri, surat pernyataan ditandatangani di hadapan massa. Warga kemudian membubarkan diri secara tertib tanpa insiden.

Camat Sirampog Slamet Budi Raharjo bersama perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Brebes tampak mendampingi proses dialog antara kepala desa dan warga.

Slamet menjelaskan mekanisme penanganan persoalan kepala desa sesuai ketentuan yang berlaku, namun warga tetap bersikukuh pada tuntutan pengunduran diri.

Aksi tersebut digelar dengan tajuk “bersih-bersih balai desa” sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap penyelenggaraan pemerintahan Desa Benda yang dinilai tidak transparan dan tidak akuntabel.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita