Sabtu, 03/01/2026, 18:59:48
Menata Langkah dan Semangat Baru di Awal Semester
OLEH: FATKHAN ANIS, S.Pd
.

MEMASUKI awal semester 2 pasca libur, guru perlu memulai dengan evaluasi menyeluruh terhadap capaian semester sebelumnya. Ini mencakup analisis hasil asesmen formatif dan sumatif, catatan perilaku, serta umpan balik siswa dan orang tua untuk memetakan kompetensi yang sudah kuat dan area yang masih perlu diperbaiki.

Minggu pertama idealnya digunakan untuk asesmen diagnostik ringan literasi, numerasi, dan pemahaman konsep kunci agar guru mendapat baseline mutakhir. Dari sini, guru menyusun rencana intervensi: remedial terstruktur bagi siswa yang tertinggal, enrichment bagi yang sudah melampaui target, serta pendampingan bagi mereka yang membutuhkan dukungan karakter atau kemandirian belajar.

Selanjutnya, perangkat ajar disiapkan secara lengkap dan relevan dengan kurikulum yang berlaku. Guru menyusun modul ajar/RPP berbasis capaian pembelajaran, memetakan alur tujuan, dan menyiapkan materi dengan diferensiasi konten, proses, dan produk agar berdaya jangkau pada berbagai gaya belajar.

Instrumen penilaian dibuat sejak awal: rubrik penilaian tugas proyek, format asesmen formatif mingguan, kisi-kisi penilaian sumatif, serta skema portofolio agar perkembangan siswa terdokumentasi. Media pembelajaran dipilih secara strategis lembar kerja, alat peraga, video pembelajaran, platform digital sekolah dengan jadwal penggunaan yang jelas supaya kelas tetap terstruktur dan interaktif.

Penataan kelas dan administrasi menjadi fondasi operasional yang tak boleh luput. Guru memperbarui data siswa, jadwal pelajaran, kalender akademik, dan garis waktu evaluasi, sekaligus menata ruang kelas: sudut baca, papan progres, penempatan alat peraga, dan zona diskusi kecil untuk kerja kolaboratif.

Kontrak belajar disusun bersama siswa aturan, konsekuensi, dan budaya umpan balik agar tercipta disiplin yang disepakati. Jadwal piket, prosedur keamanan, serta SOP penggunaan perangkat pembelajaran ditetapkan sejak awal untuk menjaga keteraturan dan tanggung jawab bersama.

Kolaborasi dan komunikasi diperkuat demi kesinambungan program. Guru berkoordinasi melalui KKG atau tim kurikulum untuk sinkronisasi materi lintas kelas/mata pelajaran, merancang proyek kolaboratif (misalnya Program kokurikuler) yang mengintegrasikan kompetensi, serta membagi sumber daya ajar agar efisien.

Dengan orang tua, guru menyiapkan buletin awal semester berisi tujuan pembelajaran, jadwal penting, mekanisme penilaian, dan kanal komunikasi resmi. Pertemuan singkat atau forum tanya jawab di awal semester membantu menyamakan harapan, menindaklanjuti kebutuhan khusus, dan membangun kemitraan yang sehat.

Guru menata proses pembelajaran yang memanusiakan proses belajar. Minggu awal masuk sekolah diisi dengan kegiatan pemanasan seperti icebreaker yang bermakna, orientasi kelas, refleksi libur, dan penetapan tujuan belajar pribadi siswa (SMART) agar mereka memiliki arah.

Guru merancang momen motivasi apresiasi kecil, papan target, refleksi mingguan dan menanamkan nilai karakter seperti disiplin, ketekunan, kerja sama, serta empati melalui tugas yang autentik.

Dengan struktur yang jelas, intervensi yang adaptif, dan komunikasi yang hangat, awal semester 2 menjadi pijakan kokoh untuk memperbaiki kekurangan, menumbuhkan semangat baru, dan mengantarkan siswa pada capaian belajar yang lebih matang.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita