PanturaNews (Tegal) - Sudah lama warga Jalan Irian, Jalan Saparua dan Jalan Batam, RW 09 Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, keluhkan air bersih dari PDAM yang tidak keluar.
Pasalnya lokasi RW 09 berada paling terakhir dari saluran pipa PDAM, sehingga tidak kebagian air bersih PDAM. Hal itu terungkap saat digelarnya reses anggota DPRD Kota Tegal, Hj Ratna S.Pt dari Fraksi PDI Perjuangan, Minggu 07 Desember 2025 sore.
Dalam Reses DPRD Kota Tegal, Hj. Ratna sengaja mengundang DPUPR dan PDAM, agar keluhan air bersih warga RW 9 Panggung tak lagi hanya jadi cerita.
Bagi warga RW 9, air bersih PDAM Kota Tegal bukan sekadar fasilitas, tapi kebutuhan harian yang sering tak terpenuhi, terutama saat hujan turun.
"Air bersih ini kebutuhan utama, tapi alirannya sering mati,” tutur Hj Ratna menyampaikan suara warga yang selama ini kesulitan air.
Saat musim hujan, aliran PDAM justru tersendat akibat pasir yang terbawa masuk pipa, membuat warga harus mencari sumber air alternatif. Hj Ratna mendorong solusi nyata seperti pembangunan reservoir dan perbaikan kebocoran pipa agar suplai air ke wilayah padat penduduk bisa stabil.
Selain PDAM, air artesis di RW 9 Panggung disiapkan sebagai harapan baru bagi warga, agar tak selalu bergantung pada satu sumber air. “Ini aset pemerintah yang harus kita hidupkan dan rawat bersama warga, bukan sekadar dibangun lalu ditinggalkan,” katanya.
Hj. Ratna menegaskan, perjuangan menghadirkan air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal keberpihakan pada kebutuhan dasar masyarakat. "Saya akan kawal aspirasi warga, sehingga kebutuhan dasar masyarakat yaitu air bersih dapat terwujud," tandasnya.