Rabu, 24/11/2010, 17:23:00
2214 Siswa SD Diimunisasi DT, Campak dan TT
ZM-Zaenal Muttaqin

Petugas dari Puskesmas melakukan imunisasi pada siswa SD dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah. (FT: Zaenal Muttaqin)

PanturaNews (Bumiayu) - Puskesmas Kaliwadas, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, memberikan imunisasi kepada 2214 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di tujuh desa yang menjadi wilayah binaannya. Kegiatan imunisasi yang melibatkan 26 petugas kesehatan itu, dilaksanakan dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

"Pekan ini kami melaksanakan imunisasi siswa dalam rangka pelaksanaan program BIAS," ujar kordinator kegiatan, Nur Hanisah kepada PanturaNews, Rabu 24 November 2010 siang.

Menurut Nur Hanisah yang juga Kordinator Bidan Puskesmas Kaliwadas ini, imunisasi ditujukan untuk siswa Kelas I, Kelas II dan Kelas III yang ada di 29 SD/MI di tujuh desa yang menjadi binaan Puskesmas Kaliwadas. Yakni, Desa Pruwatan, Desa Pamijen, Desa Kaliwadas, Desa Kalisumur, Desa Kalilangkap, Desa Laren dan Desa Kalinusu. "Imunisasi kami laksanakan mulai Sabtu kemarin selama satu pekan," katanya.

Imunisasi meliputi vaksin Difteri Tetanus (DT) dan Campak yang diberikan untuk siswa Kelas I serta Tetanus Telesoid (TT) untuk siswa Kelas II dan Kelas III. Selain itu untuk anak Kelas I juga dibagikan contoh garam beryodium yang memenuhi dan bertujuan untuk dikenalkan pula pada orang tuanya. "Selama ini banyak rumah tangga yang belum menggunakan garam beryodium sesuai standar, maka sengaja kami berikan contohnya yang banyak dijual di pasaran," jelas Nur Hanisah.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kaliwadas, dr Niken Ratna Dewi mengatakan, pelaksanaan imunisasi anak sekolah itu tidak mengalami kendala di lapangan mengingat sebelumnya telah dilakukan sosialisasi pada masyarakat khususnya para orang tua.

Jika ada anak yang tak masuk pada waktu pelaksanaan imunisasi maka pihaknya sudah mengantisipasinya dengan menganjurkan anak untuk diantarkan dan diimunisasi di Puskesmas. "Sejauh ini tidak ada kendala, kalau ada yang tertinggal karena tidak masuk sekolah imunisasi bisa dilakukan di Puskesmas," katanya.

Niken juga mengatakan, pemberian imunisasi terhadap seorang anak tidak hanya memberikan perlindungan terhadap suatu penyakit tetapi juga mengurangi penyebaran infeksi. Dengan demikian dapat mencegah dan menyelamatkan jiwa dari penyakit infeksi berat. "Karenanya kami sangat berterimakasih pada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuannya sehingga pelaksaanaan BIAS bisa sukses," pungkasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita