Sabtu, 31/05/2025, 23:33:40
Transformasi Kurikulum Pendidikan, Mencerminkan Dinamika Pendidikan Nasional
OLEH: NAYLA RAHMA ANDINI
.

Transformasi kurikulum di Indonesia mencerminkan dinamika pendidikan nasional yang terus berkembang untuk menjawab tantangan zaman. Kurikulum Indonesia telah mengalami berbagai perubahan sejak tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka tahun 2020, baik secara tujuan, isi, pendekatan, hingga model kurikulum yang digunakan.

KURIKULUM merupakan elemen sentral dalam sistem pendidikan yang bersifat dinamis, senantiasa mengalami perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, dan tuntutan global.

Di Indonesia, perubahan kurikulum telah berlangsung sejak tahun 1947 hingga saat ini dengan munculnya Kurikulum Merdeka tahun 2020. Setiap perubahan kurikulum membawa misi tertentu serta mengadopsi model kurikulum yang berbeda, mulai dari rekonstruksi sosial, humanistik, subjek-akademis, hingga model teknologis.

-Transformasi Kurikulum 1947–2020: Perspektif Model Kurikulum

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi transformasi kurikulum pendidikan di Indonesia dari tahun 1947 hingga Kurikulum Merdeka, ditinjau dari perspektif model kurikulum yang digunakan. Kajian ini dilakukan secara detail dengan pendekatan deskriptif dan studi literatur.

-Hasil penelitian menunjukkan perkembangan sebagai berikut:

-1. Kurikulum 1947 dan 1952: Mengadopsi model rekonstruksi sosial, berorientasi pada pembentukan masyarakat pascakemerdekaan.

-2. Kurikulum 1964: Menggabungkan model rekonstruksi sosial dan humanistik, menekankan pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

-3. Kurikulum 1968 dan 1984: Menggunakan model humanistik dan subjek-akademis, menekankan pembentukan kepribadian dan penguasaan ilmu pengetahuan.

-4. Kurikulum 1994: Menerapkan model rekonstruksi sosial dan subjek-akademis, memperluas cakupan materi pelajaran dengan pendekatan terpadu.

-5. Kurikulum KTSP (2004): Menggunakan model humanistik, memberikan otonomi pada sekolah dan guru untuk menyusun kurikulum sesuai kebutuhan lokal.

-6. Kurikulum 2013: Menerapkan gabungan model humanistik, rekonstruksi sosial, dan subjek-akademis, dengan penekanan pada pendidikan karakter dan integrasi pengetahuan.

-7. Kurikulum Merdeka (2020): Menggabungkan model humanistik, subjek-akademis, dan teknologis, mendorong pembelajaran berdiferensiasi dan berbasis proyek.

-Pergeseran dari KTSP  Kurikulum 2013: Tantangan dan Problematika

Fokus penting dalam transformasi kurikulum nasional adalah pergeseran dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum 2013. KTSP dirancang untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dalam menyusun kurikulum sesuai konteks lokal.

Namun, untuk menjawab tantangan globalisasi dan meningkatkan mutu pendidikan nasional, pemerintah meluncurkan Kurikulum 2013 dengan pendekatan tematik-integratif dan penekanan pada pendidikan karakter.

Meski Kurikulum 2013 memiliki tujuan yang ideal, pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan, seperti:

-Kesiapan pendidik yang masih rendah dalam memahami pendekatan baru. -Keterbatasan sumber daya seperti buku ajar, pelatihan guru, dan infrastruktur pendukung. -Resistensi terhadap perubahan, baik dari guru maupun institusi yang belum siap beradaptasi dengan metode dan penilaian baru.

Kesimpulan: Transformasi kurikulum di Indonesia merupakan refleksi dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional. Setiap kurikulum yang lahir mencerminkan kondisi sosial, politik, dan kebutuhan pendidikan pada masanya.

Meski menghadapi berbagai kendala, reformasi kurikulum harus terus dilakukan dengan dukungan yang memadai, baik dalam hal pelatihan tenaga pendidik, penyediaan sarana prasarana, maupun peningkatan literasi kurikulum di kalangan praktisi pendidikan.

(Daftar Pustaka: Departemen Pendidikan Nasional. ( 2007).Pedoman Umum Pengembangan Bahasa Anak Udia Dini.Jakarta Direktorat PAUD,Hurlock, Elizabet  B. (2005).Perkembangan Anak. Jakarata: Erlangga.,Papalia, Diane E.,Feldeman, Ruth Duskin, & Olds, Sally Wendkos. (2008). Human Development.New York: McGraw-Hill.,Musfiroh, Tadkiroatun.(2008). Perkembangan Bahasa Anak. Bandung: PT Remaja Rosdakarya)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita