Rabu, 28/05/2025, 22:43:21
Setelah Perubahan Beberapa Kali: Perbedaan Kurikulum Dahulu Dan Sekarang
OLEH: DINI ATUN KHOERUSANIAH
.

KURIKULUM merupakan pedoman utama dalam sistem pendidikan yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman, kebutuhan masyarakat, dan tantangan global. Perubahan kurikulum di Indonesia telah terjadi beberapa kali, mulai dari kurikulum 1947 hingga kurikulum terbaru, yaitu Kurikulum Merdeka.

Perbedaan antara kurikulum dahulu dan sekarang dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti pendekatan pembelajaran, metode evaluasi, fleksibilitas, dan orientasi pendidikan.

-1. Pendekatan Pembelajaran Dahulu

Kurikulum cenderung bersifat berpusat pada guru (teacher-centered), di mana guru menjadi sumber utama pengetahuan dan siswa lebih banyak menerima materi secara pasif. Pembelajaran lebih bersifat hafalan dan berbasis pada teks buku ajar.

Sebaliknya, kurikulum saat ini lebih mengedepankan pendekatan berbasis siswa (student-centered), dengan metode pembelajaran yang lebih interaktif, eksploratif, dan berbasis proyek. Kurikulum Merdeka, misalnya, mendorong siswa untuk lebih aktif berpikir kritis dan kreatif (Nurcahyo,2023).

-2. Metode Evaluasi Pada kurikulum terdahulu

Evaluasi lebih menitikberatkan pada ujian tertulis dan angka sebagai tolok ukur keberhasilan siswa. Ujian Nasional (UN) menjadi penentu utama dalam kelulusan siswa.

Saat ini, metode evaluasi lebih bervariasi, dengan pendekatan formatif yang menilai perkembangan siswa secara lebih komprehensif. Ujian Nasional telah dihapus dan digantikan dengan Asesmen Nasional yang lebih menilai kompetensi siswa dalam literasi, numerasi, dan karakter(Kemdikbud,2021).

-3. Fleksibilitas Pembelajaran

Kurikulum dahulu lebih bersifat kaku dengan struktur mata pelajaran yang ketat dan sedikit ruang bagi sekolah maupun siswa untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Sementara itu, kurikulum terbaru memberikan fleksibilitas lebih besar dalam memilih mata pelajaran, terutama bagi jenjang SMA. Kurikulum Merdeka juga memberikan kebebasan bagi guru dalam menyusun metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik siswanya(Sitorus,2023).

-4. Orientasi Pendidikan

Kurikulum terdahulu lebih berorientasi pada akademik dan menuntut siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran tanpa mempertimbangkan minat dan bakatnya. Sebaliknya, kurikulum saat ini lebih mengutamakan pengembangan karakter, keterampilan abad ke-21, serta kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja dan teknologi yang semakin maju(Tim Kurikulum Indonesia,2023).

Dengan adanya perubahan kurikulum ini, diharapkan sistem pendidikan di Indonesia dapat semakin relevan dengan kebutuhan zaman dan menghasilkan lulusan yang lebih siap menghadapi tantangan global.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita