PanturaNews (Brebes) – Harga cabai merah di tingkat petani di Kabupaten Brebes terus merosot tajam dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini, harga jual hanya berada di kisaran Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram, jauh dari biaya produksi yang dikeluarkan petani.
Kondisi ini membuat Damanuri, petani cabai merah asal Desa Kecipir, Kecamatan Losari, meluapkan kekecewaannya dengan menginjak-injak hasil panen sendiri. Aksi itu ia lakukan karena harga jual tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
“Untuk lahan seprapat atau sekitar 1.750 meter persegi, modalnya bisa sampai Rp9 juta hingga Rp12 juta. Dengan harga jual segitu, jelas kami rugi,” ungkap Damanuri, Senin 29 April 2025.
Ia menyebut, anjloknya harga sudah terjadi sejak usai Lebaran. Di tengah masa panen raya, para petani justru terancam bangkrut karena pendapatan tak menutup biaya produksi, termasuk pupuk, obat-obatan, dan tenaga kerja.
Harapan agar pemerintah turun tangan juga disuarakan oleh Tajli (47), petani lainnya di daerah yang sama.
"Harga segini tidak layak, kami sangat rugi. Kami minta pemerintah hadir dan stabilkan harga,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Agung Tirto Kumara, saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa harga cabai merah di pasar sebenarnya masih relatif tinggi.
“Di pasar, harga cabai merah masih berkisar Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per kilogram. Penurunan harga pasca-Lebaran itu hal biasa,” katanya.