PanturaNews (Brebes) – Ratusan warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menggeruduk kantor pemerintah…" /> PanturaNews (Brebes) – Ratusan warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menggeruduk kantor pemerintah…" />
Selasa, 04/02/2025, 19:59:11
Mengusut Pungli dan Dugaan Korupsi di Desa Sitanggal
Di Balik Demo Ratusan Warga yang Nyaris Ricuh
LAPORAN TAKWO HERIYANTO

PanturaNews (Brebes) – Ratusan warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menggeruduk kantor pemerintah desa pada Selasa, 4 Februari 2025. 

Mereka datang membawa sederet tuntutan, mulai dari maraknya pungutan liar (pungli) dalam layanan administrasi hingga protes terhadap jalan desa yang rusak parah.

Aksi massa yang didominasi warga Dukuh Lamaran ini sempat memanas ketika pemerintah desa dianggap bertele-tele dalam menjawab pertanyaan terkait minimnya pembangunan infrastruktur dan dugaan korupsi dalam pengelolaan keuangan desa.

Warga membentangkan berbagai spanduk bernada sindiran, seperti "Diurusi Desane Aja Ngurusi LC Bae", "Basmi Hama Korupsi", dan "Lengserkan Oknum Pejabat Desa yang Korup".

Menurut Koordinator Aksi, Ade Purnomo, ada 12 tuntutan utama yang disampaikan kepada pemerintah desa. 

“Pelayanan kepada warga sangat buruk. Banyak pungli dan tidak ada transparansi penggunaan keuangan desa,” ujarnya usai aksi.

Warga mengungkapkan bahwa mereka kerap dimintai biaya tambahan saat mengurus administrasi kependudukan, pembuatan surat keterangan, hingga akta tanah. Bahkan, pajak bumi dan bangunan (PBB) yang telah dibayarkan warga diduga tidak disetorkan sebagaimana mestinya.

Yang lebih mengejutkan, warga menduga ada sertifikat tanah bengkok desa yang dijaminkan ke bank tanpa sepengetahuan masyarakat.

"Selama ini, warga tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah desa (musdes). Keuangan desa gelap, sementara jalan rusak dibiarkan bertahun-tahun," kata Ade.

Menanggapi aksi tersebut, Kepala Desa Sitanggal, Untung Andi Purwanto, berjanji akan membenahi pelayanan desa. Namun, ia mengklaim tidak mengetahui adanya praktik pungli yang terjadi di bawah kepemimpinannya.

“Saya tidak pernah mengarahkan perangkat desa melakukan pungli, tapi jika memang ada, ini akan kami evaluasi,” ujarnya. 

Ia juga berjanji akan segera memperbaiki jalan rusak di Dukuh Lamaran.

Namun, janji ini belum sepenuhnya meredakan kekecewaan warga. Mereka mendesak adanya audit keuangan desa secara transparan dan independen, serta tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita