Senin, 03/02/2025, 13:43:19
Warga Cilibang Didorong Manfaatkan Limbah Kayu Menjadi Produk Bernilai Ekonomis Tinggi
OLEH: MATIEN HAKIM F.B
.

PULUHAN warga Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap mengikuti acara yang bertajuk "Inovasi Kewirausahaan dengan Pemanfaatan Potensi Desa Limbah Kayu di Desa Cilibang" di di Gedung PAUD Dusun Kaligintung pada Minggu, 2 Februari 2025 siang.

Acara yang digelar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes, ini dihadiri beberapa tokoh penting desa, di antaranya Bapak Purnomo Edy, SH selaku Kepala Desa Cilibang, Bapak Tarkum selaku Ketua RW 03 Dusun Kaligintung, serta Ibu Saminah selaku Kepala Dusun Kaligintung.

Tujuan dari acara ini untuk mengedukasi serta mendorong masyarakat Desa Cilibang, dalam memanfaatkan limbah kayu sebagai bahan dasar inovasi kewirausahaan. Desa Cilibang memiliki potensi besar dalam sektor pengolahan kayu, dan dengan pengelolaan yang tepat, limbah kayu yang sebelumnya tidak termanfaatkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi, seperti kerajinan tangan, furnitur kecil, serta aksesoris rumah tangga.

Dalam sambutannya, Bapak Purnomo Edy, SH menyampaikan bahwa inovasi dalam pengolahan limbah kayu tidak hanya dapat meningkatkan perekonomian warga, tetapi juga turut menjaga kelestarian lingkungan. Beliau menekankan pentingnya kreativitas dan keterampilan dalam mengolah limbah kayu agar memiliki nilai jual yang tinggi di pasar khususnya bagi kelompok usaha kecil dan menengah di Dusun Kaligintung. Beliau berharap dengan adanya pelatihan dan pendampingan dari berbagai pihak, masyarakat dapat lebih mandiri secara ekonomi.

Acara ini juga diisi dengan sesi pelatihan singkat mengenai teknik pengolahan limbah kayu yang dipandu oleh pemateri. Para peserta diberikan wawasan mengenai cara membuat arang briket dari bahan kayu dengan tahapan yang sistematis dan terstruktur.

Tahap pertama adalah proses pembakaran kayu hingga menjadi arang. Kayu yang telah dipilih dibakar dalam kondisi tertutup agar menghasilkan arang berkualitas baik. Setelah itu, arang yang telah terbentuk didinginkan sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Selanjutnya, arang yang telah dingin dihancurkan menjadi ukuran kecil, lalu dihaluskan hingga menjadi serbuk halus. Proses penghalusan ini dilakukan menggunakan alat penghancur atau ditumbuk secara manual. Setelah itu, serbuk arang disaring untuk mendapatkan partikel yang lebih seragam.

Setelah mendapatkan serbuk arang yang halus, tahap berikutnya adalah pembuatan adonan. Serbuk arang dicampur dengan tepung tapioka sebagai perekat alami. Campuran ini kemudian diberikan air panas agar adonan menjadi lebih kental dan mudah dicetak. Campuran diaduk secara merata hingga mendapatkan tekstur yang sesuai untuk pencetakan.

Tahap selanjutnya adalah proses pencetakan arang briket. Adonan yang telah siap kemudian dimasukkan ke dalam cetakan sederhana sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Setelah dicetak, briket yang masih basah kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering dan siap digunakan sebagai bahan bakar alternatif.

Dengan adanya acara ini, diharapkan masyarakat Desa Cilibang semakin sadar akan potensi desa mereka dan mampu mengembangkan inovasi kewirausahaan berbasis sumber daya lokal. Program seperti ini diharapkan dapat berkelanjutan dan mendapat dukungan lebih luas agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Semoga dengan semangat inovasi dan kreativitas, Desa Cilibang dapat berkembang menjadi desa yang maju dalam sektor ekonomi kreatif, khususnya dalam pemanfaatan limbah kayu sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Mahasiswa Kelompok 3 terdiri dari Matien Hakim Falahudin Bachtiar, Naylu Syifa, Wiji Astuti, Putri Brilian A, Selly Tri Pangesti, Moh. Nasir, Cecep Irhan Maulana, Muhammad Irfan, Tessa Adelia, Dinda Monica, dan Ega Danny.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita