Menghidup-hidupi Sastra Tegalan dalam Narasi, Teater dan Musikalisasi SMA Negeri 4 kota Tegal mengundang dua Sastrawan Tegalan Mohammad Ayyub dan Lanang Setiawan dalam diskusi gayeng.
Bertempat di aula SMA Negeri 4 Kota Tegal pada Senin 13 Januari 2025 antusias peserta generasi milenial dalam mengikuti acara sungguh luar biasa. Tak terasa nyaris empat jam diskusi berlangsung dengan sesi tanya-jawab cukup menggembirakan. Kegiatan ini dalam kaitan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Mohammad Ayyub mengawali narasi Tri Gatra Bangun Bahasa yang menjadi ikon Balai Bahasa yakni Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing. Sesuai tema Ayyub banyak menarasikan bahasa Daerah, bahasa Ibu lewat bahasa sastra dan cerita-cerita Tegalan. Meskipun banyak peserta kurang paham namun antusias mereka patut diacungi jempol.
Sementara kang Lanang mendalami cerita Tegalan dalam kaitannya pementasan teater dan musikalisasi.
Banyak cerita-cerita di Jawa, ujarnya, endingnya kurang bagus. Biasanya kalau bukan kutukan, cerita memedi kaya setan, gendoruwo, wewe gombel dan lain-lain. Kang Lanang membandingkan dengan cerita-cerita di Eropa sana. Cerita-cerita di sana di kemas sedemikian rupa hingga layak jual. Ada gembok cinta di Jerman, Air Mancur di Roma, Sumur Cinta di Rumania.
"Maka tolong kalau cerita-cerita Tegalan dipentaskan endingnya dirubah lebih bagus. Kalian anak-anak muda harus kreatif," pungkasnya. (Kiriman Moh. Ayyub)