Kamis, 14/11/2024, 22:34:13
Ingin Fasilitasi Komunitas Digital, Ashim Fikri Akan Perluas Akses Internet Gratis di Kota Tegal
CALON WAKIL WALIKOTA TEGAL
LAPORAN SL. GAHARU

Calon Wakil Walikota Tegal, Ashim Fikri. (Foto: Dok/PKS)

PanturaNews (Tegal) - Permasalahan dari freelancer digital teman-teman yang berada di komunitas digital, seringkali tidak tersentuh oleh Pemerintah. Padahal mereka punya potensi. Mereka membutuhkan akomodasi dari pemerintah kota.

Demikian dikatakan Calon Wakil Walikota Tegal, Ashim Fikri menanggapi pertanyaan pasangan calon lain pada sesi debat kedua yang diselenggarakan KPU Kota Tegal di Bahari Inn Tegal, 13 November 2024 kemarin.

“Jangan sampai mereka berkeliaran sendiri membentuk komunitas tanpa dukungan dari pemerintah. Potensi-potensi ini nyata, dan mereka bisa mencari uang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri,” ujar Ashim.

Menurutnya, mereka adalah etalase-etalase karya anak-anak muda yang ada di Kota Tegal. Karena itu, dia yang menjadi pasangan Calon Walikota Tegal, Faruq Ibnul Haqi, ingin mengumpulkan potensi ini, sehingga ketika pemerintah bersinergi dengan anak-anak muda, mereka bisa membantu dalam memasarkan budaya kita, eksistensi kita, serta potensi kuliner dan karya seni Kota Tegal.

“Dengan demikian, visi Kota Tegal yang mendunia, akan semakin nyata dan bisa kita akselerasi secepatnya,” tuturnya.

Ashim menegaskan langkah nyata akan dilakukan untuk memperkuat komunitas digital ini? Sejatinya, mereka sudah berkelompok dan berjejaring di Kota Tegal, tetapi mereka hanya berada di bawah tanah.

“Pengakuan terhadap mereka inilah yang membutuhkan akomodasi dan kehadiran  pemerintah Kota Tegal,” tandas Ashim.

Sebagai contoh, pekerjaan sebagai videografer tidak tercatat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Meraka ingin agar pekerjaan-pekerjaan ini mendapatkan ruang khusus, apalagi jika ini benar-benar diakui.

“Dengan pengakuan tersebut, akses untuk pendanaan dan modal akan lebih baik, karena pekerjaan yang tidak diakui sering dianggap sebagai pengangguran atau freelancer,” tambahnya.

Selanjutnya Ashim ingin memaksimalkan penggunaan sarana yang sudah ada. Sarana internet gratis yang tidak aktif dan tidak termanfaatkan oleh masyarakat, akan diaktifkan kembali.

“Bila perlu memperbesar skala dan jangkauannya, sehingga masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini untuk hal-hal positif,” pungkas Ashim.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita