Kamis, 14/11/2024, 21:05:43
Ada Beberapa Karakteristik: Kebijakan Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar
OLEH: AGHNIA FADILLA NAJWA
.

PENDIDIKAN menurut Ki Hajar Dewantara dalam semboyan nya yaitu Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan memberikan contoh), Ing Madya Mangun Karsa (di tengah membangun motivasi), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan semangat). Semboyan ini menggambarkan peran seorang pemimpin dan guru dalam dunia pendidikan.

Semboyan ini juga digunakan sebagai pedoman dalam dunia pendidikan di Indonesia hingga saat ini. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Kurikulum yang masih menjadi topik perbincangan saat ini adalah Kurikulum Merdeka, terlepas dari pergantian atau perubahan Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka ini pasti memiliki alasan tersendiri terkait berubahnya kurikulum tersebut. Esensi kurikulum pendidikan Indonesia yang terus menyesuaikan zaman adalah untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dalam era globalisasi dan revolusi industri 4.0, tuntutan dunia kerja semakin kompleks dan berkembang pesat. Oleh karena itu, kurikulum pendidikan harus terus diperbarui dan disesuaikan dengan perkembangan zaman agar siswa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan.

Salah satu hal yang penting dalam kurikulum pendidikan Indonesia yang terus menyesuaikan zaman dalam pengintegrasian teknologi di dalam proses pembelajaran. Teknologi memegang peranan penting dalam perkembangan zaman saat ini, dan siswa perlu dilengkapi dengan keterampilan dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, kurikulum pendidikan Indonesia yang terus menyesuaikan zaman juga harus memperhatikan pengembangan karakter siswa, seperti nilai-nilai moral, etika, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Hal ini penting untuk membentuk siswa yang memiliki kepribadian yang baik dan siap dalam menghadapi tantangan di masa depan.

Dengan terus menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan perkembangan zaman, diharapkan lulusan pendidikan Indonesia dapat menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, produktit, dan siap bersaing di tingkat global. Seperti yang kita tahu, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta didik untuk menentukan cara, tujuan, dan model pembelajaran.

Kurikulum Merdeka ini diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada Februari 2022. Adapun beberapa karakteristik dari Kurikulum Merdeka yaitu sebagai berikut:

-1. Fokus pada materi esensial: Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang relevan dan mendalam sehingga peserta didik memiliki waktu yang cukup untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi.

-2. Pembelajaran fleksibel: Guru memiliki keleluasaan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan tahap capaian dan perkembangan peserta didik.

-3. Pengembangan karakter dan soft skills: Kurikulum Merdeka mengembangkan karakter dan soft skills peserta didik melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

-4. Perangkat ajar yang beragam: Guru dapat menggunakan berbagai perangkat ajar, seperti buku teks, modul ajar, dan asesmen literasi dan numerasi.

-5. Pembelajaran terdiferensiasi: Kurikulum Merdeka menguatkan pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Adapun dalam Kurikulum Merdeka terdapat istilah Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Profil Pelajar Pancasila ini terdiri dari 6 poin yaitu sebagai berikut:

-1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, -2. Berkebhinekaan Global, -3. Bergotong royong, -4. Mandiri, -5. Bernalar Kritis, -6. Kreatif.

Dalam penerapannya, Kurikulum Merdeka tidak berjalan secara mulus banyak mengalami pro kontra dari masyarakat, serta banyak mengalami kendala dalam implementasinya di Sekolah Dasar.

Salah satu kendala tersebut berasal dari gurunya itu sendiri, khususnya guru yang sudah mendekati masa pensiun yang kebingunan dalam menerapkan kurikulum merdeka tersebut, apalagi harus diintegrasikan dengan pembelajaran berbasis proyek serta teknologi.

Selain itu, menurut saya kurikulum merdeka kurang efektif jika di implementasika di jenjang Sekolah Dasar, karena jenjang mereka masih sangat dasar, dan jenjang Sekolah Dasar adalah jenjang dimana pembentukan nilai-nilai karakter dan kepribadian siswa itu dibentuk, dimana peran guru itu sangat dominan dan penting untuk dapat membentuk siswa menjadi pribadi yang baik untuk kedepannya.

Mungkin sedikit sinkron dengan poin pembentukan nilai-nilai karakter jika dikaitkan dengan kurikulum merdeka, tapi tetap saja kurang efektif apalagi dengan pembelajarannya yang berbasis proyek. Apalagi jika diterapkan di kelas bawah, mereka akan sedikit kebingungan dan kesulitan.

Ditambah lagi dengan proyek-proyek seperti kewirausahaan salah satunya, itu memang bernilai positif dan bagus bagi siswa tetapi kurang tepat apabila di terapkan di Sekolah Dasar khususnya di kelas bawah. Seharusnya mereka mendapatkan mata pelajaran serta materinya terlebih dahulu setelah itu baru mereka praktikkan di jenjang berikutnya.

Selain itu, peran guru juga menjadi berat dimana guru harus bisa menjembatani dan memfasilitasi kebutuhan siswa khususnya pada pembelajaran proyek tadi, serta terdapat beban administratif yang perlu guru kerjakan juga. Sehingga guru tersebut kadang kewalahan. Selain itu, kemampuan kognitif siswa menjadi kurang atau menurun karena mereka lebih fokus pada proyek-proyek tadi.

Selain itu, perlu adanya persiapan guru dan sumber daya. Implementasi Kurikulum Merdeka memerlukan persiapan guru yang intensif dan pengadaan sumber daya yang memadai, namun, dalam beberapa kasus, sumber daya dan pelatihan mungkin tidak mencukupi. Akibatnya banyak guru yang kebingungan terkait bagaimana implementasi kurikulum merdeka di Sekolah Dasar.

Jadi, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang memberikan kebebasan kepada pendidik dan peserta didik untuk menentukan cara, tujuan, dan model pembelajaran. kurikulum tersebut menekankan pada aspek psikomotor siswa dimana skill siswa digali dan dikembangkan, dan kurikulum tersebut berintegrasi pada pembelajaran berdiferensiasi dan pada pemanfaatan teknologi pada saat pembelajaran, tapi kurang efektif jika di terapkan di tingkat Sekolah Dasar.

Karena anak-anak SD masih butuh pemahaman secara mendalam terkait konsep serta materi pelajaran yang guru tersebut sampaikan di kelas, dan masih dalam tahap pembentukan nilai-nilai karakter serta kepribadian, serta masih perlu peran guru dalam membimbing proses pembelajaran.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita