Drs. Ahmad Firdaus Muhtadi.
PanturaNews (Tegal) - Keberadaan wadah kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sangat strategis mengambil peranan dalam pembangunan bangsa. Secara prinsip, KNPI tidak anti politik, akan tetapi KNPI pantang untuk dipolitisir, terlebih lagi jika sampai KNPI menjadi korban kepentingan politik.
Demikian pernyataan Ketua DPD KNPI Kota Tegal periode 2007-2010, Drs. Ahmad Firdaus Muhtadi usai menyampaikan sambutan singkatnya pada pembukaan Musyawarah Kota (Muskot) DPD KNPI Kota Tegal ke XI di Hotel Karlita Tegal, Minggu 21 November 2010.
“KNPI itu tidak anti politik, tetapi jangan lantas seenaknya dijadikan alat politik atau dipolitisir oleh kepentingan kelompok maupun golongan, apalagi jika dalam konteks tersebut KNPI diposisikan menjadi korban politik,” tutur Firdaus.
Menurut Firdaus, agenda inti dalam Muskot KNPI adalah pergantian ketua dan kepengurusan. Dikatakan, siapapun ketua terpilih maupun pengurus yang terbentuk untuk kepengurusan DPD KNPI Kota Tegal periode 2010-2013, diharapkan dapat memutuskan program yang bersentuhan dengan kepentingan rakyat secara umum dan kepemudaan pada khususnya.
“Jadilah pemimpin yang visioner dan mampu menempatkan pemuda secara proporsional di tengah-tengah hiruk pikuknya percaturan politik bangsa,” ujarnya.
Lebih jauh Firdaus menyatakan, terdaftar tiga kandidat yang bakal bersaing dalam meraih poisisi ketua DPD KNPI Kota Tegal. Ketiganya adalah, Sutari SH, Firman Hadi dan Aminudin Suseno.
“Ketiga kandidat itu akan bersaing memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan yang diikuti oleh 30 peserta dari perwakilan 23 Organisasi Kepemudaan (OKP), 4 pengurus KNPI tingkat Kecamatan, perwakilan DPD KNPI Provinsi Jawa Tengah dan perwakilan DPD KNPI Kota Tegal,” jelasnya.
Sementara, pada kesempatan itu Wakil Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, Yanuar Saswita SIP Msi mengatakan, setiap anggota KNPI berhak untuk mencalonkan diri menjadi calon ketua. Akan tetapi sesuai tata tertib dijelaskan seorang calon ketua dinyatakan sah apabila mendapat dukungan sekurang-kurangnya 20 persen dari jumlah peserta.
“Syarat lain yang harus dimiliki oleh calon ketua adalah integritas, loyalitas, dedikasi beridiologi pancasila dan siap untuk berkiprah di tengah generasi muda demi bangsa dan negara,” tandasnya.