TIM Pengabdian LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokweto, melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk Peningkatan Produktivitas Greenbean dengan Teknologi Inovasi Primer kepada KUB Kopi Lulumpang di Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes.
Tim Pengabdian LPPM Unsoed yang diketuai oleh Dr. Undri Rastuti, M.Si dari Fakultas MIPA Prodi Kimia Unsoed, dengan anggota Dr. Purwanto, S.P., M.Sc. (Dosen Fakultas Pertanian Unsoed) dan Dr. E. Ary Yunanto, S.E., M.Si. (Dosen FEB Unsoed) menghibahkan Alat Huller atau alat pengupas kulit ari kopi kering.
Kegiatan penyerahan hibah Alat Huller diselenggarakan di Camping Ground Bhumi Panenjoan di Desa Windusakti Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, Sabtu 8 Juni 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Bapak Dasan Saepudin, selaku kepala Desa Windusakti dan Bapak Iman selaku Ketua KUB Lulumpang beserta anggotanya.
Selain itu juga dihadiri para penggiat Kopi dari desa lain di Kecamatan Salem, diantaranya adalah dari Desa Tembongraja dan Desa Bentarsari. Mahasiwa dari Prodi Kimia Unsoed yang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini adalah Dimas Saputra, Fanti Indriana, Fadhil Niko, dan Bunga Sita.
Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi sebagai komoditi hasil perkebunan, dan penyumbang devisa yang besar dalam perekonomian Nasional. Salem merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Brebes yang memiliki perkebunan kopi yang luas.
Kelompok Usaha Bersama (KUB) Lulumpang yang terletak di Desa Gunungjaya, Kecamatan Salem merupakan kelompok pengusaha muda yang mendedikasikan diri untuk mengembangkan pengolahan dan produksi kopi. Produk kopi yang dihasilkan KUB ini diberi nama Kopi Loeloempang. Menurut Iman, KUB Lulumpang ini berdiri tahun 2019.
Seiring berjalannya waktu, saat ini permintaan produk greenbean kopi oleh pemilik kedai kopi atau kafe meningkat. Hal ini karena kafe lebih menyukai proses roasting yang mendadak sesuai permintaan jenis kopi yang dipesan konsumen. Beberapa jenis kopi berdasarkan proses roasting yaitu light, medium dan dark roastcoffe.
Permintaan produk greenbean kopi yang meningkat ini menjadi masalah bagi KUB Lulumpang dikarenakan alat yang digunakan masih tradisional menggunakan alu dan lumpang, sehingga produktivitas masih kecil dan kualitasnya juga masih belum baik, sehingga belum bisa memenuhi permintaan pemilik kedai/Kafe.
Atas dasar masalah tersebut, pengabdi melakukan penanganan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas greenbean kopi yang dihasilkan KUB Lulumpang, yaitu dengan workshop dan hibah alat huller (alat pengupas kulit ari kopi kering).
Proses pengupasan kulit ari kering biji kopi merupakan kunci terciptanya kualitas greanbean kopi yang baik. Jika tahap ini mampu dimaksimalkan menggunakan teknologi inovasi primer tersebut, maka diharapkan dapat menghasilkan produk greenbean dengan daya saing tinggi.
Untuk workshop pada kegiatan pengabdian ini, diisi oleh Bapak Dr. Sutarmin, M.M, Dosen FEB dan Ketua LPPM di Universitas Peradaban Bumiayu, Brebes sekaligus praktisi kewirausahaan dan UMKM dengan tema Strategi Meningkatkan Daya Saing.
Workshop dan Hibah alat Huller ini merupakan bukti nyata pelaksanaan dari Pengabdian Kepada Masyarakat, dengan skema PKM Berbasis Riset yang didanai oleh dana Badan Layanan Umum (BLU) Universitas Jenderal Soedirman.
Bapak Iman, sebagai Ketua KUB Lulumpang menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim Pengabdian, dan berharap alat yang dihibahkan berkah dan dapat bermanfaat sesuai harapan, untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas greenbean, sehingga dapat memenuhi permintaan konsumen.