PanturaNews (Brebes) - Bakal calon Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyoroti komitmennya terhadap kemandirian daerah dalam uji kelayakan dan kepatutan (UKK) yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Acara ini berlangsung pada Minggu, 21 Juli 2024, di Gedung Korpri Brebes.
Paramitha, yang akrab disapa Mitha, menekankan bahwa anggaran Pemerintah Kabupaten Brebes saat ini sangat bergantung pada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, yang berdampak pada tidak optimalnya pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes.
"Kepala daerah harus membuat sistem pengendalian pajak dan retribusi yang lebih baik, serta mengupayakan pendapatan dari sumber-sumber lain untuk mencapai kemandirian ekonomi Brebes," ujarnya.
Selain Mitha, tiga bakal calon bupati lainnya juga mengikuti UKK ini, yaitu Waidin, Asrofi, dan Wahyu Surya Gading. Masing-masing diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misinya serta menjawab pertanyaan dari panelis.
Sementara, Waidin menjelaskan bahwa dalam uji kelayakan tersebut, ia ditanya mengenai latar belakang pencalonannya, integritas, manajemen kepemimpinan, dan solusi untuk permasalahan di Brebes.
"Kami yakin dengan pertemuan-pertemuan intensif yang dilakukan oleh struktur partai maupun Desk Pilkada PAN, mudah-mudahan hasil uji kelayakan ini bisa menjadi dasar pertimbangan bagi DPW maupun DPP PAN," kata Waidin.
Kemudian, Asrofi, salah satu bakal calon lainnya, menekankan pentingnya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan.
Ia berencana untuk memaksimalkan pengelolaan data kependudukan dan mengevaluasi keberadaan perusda di Brebes untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Kami juga mengusulkan agar calon wakil bupati yang terpilih bersedia berkantor di Pendopo Bumiayu untuk meningkatkan pelayanan di Brebes Selatan," tambah Asrofi.
Salah seorang panelis, Wahyudin Noer Ali, menjelaskan, bahwa uji kelayakan ini masih dalam tahap awal dan bertujuan untuk melihat visi dan misi para bakal calon.
"Kami tidak menilai secara spesifik, tetapi ada beberapa calon yang menunjukkan kemampuan yang bagus dan dinilai dengan baik," pungkas Wahyudin.
Sementara itu, Ketua DPD PAN Brebes, Tobidin, mengatakan, proses uji kelayakan ini merupakan bagian dari upaya PAN untuk menjaring bakal calon bupati yang memiliki kompetensi dan kemampuan dalam memimpin Kabupaten Brebes ke depan.
"Hasil dari UKK ini akan disampaikan ke DPW dan DPP PAN untuk mendapatkan rekomendasi akhir," tandasnya.