Atmo Tan Sidik (tengah) saat memberi sambutan sebelum Eko Tunas (kanan) menampilkan Monolog di Kampung Djawa Sekatul. (FT: Kuntoro)
PanturaNews (Brebes) – Romantisme kehidupan masyarakat Jawa, benar-benar dapat dinikmati secara nyata di sebuah kawasan wisata di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kawasan ini juga bisa menjadi pilihan masyarakat yang rindu pada kehidupan yang penuh kesederhanaan.
Demikian dikatakan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes, Drs. Atmo Tan Sidik saat menghantarkan rombongan Press Tour yaitu 125 wartawan, Kamis 18 Nopember 2010 di Pendopo Obyek Wisata (OW) Kampoeng Djawa Sekatul, Desa Margosari, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.
Menurutnya, konsep yang dibangun oleh pengelola OW tersebut sangat menarik, yaitu perpaduan antara wisata alam religi dan budaya. “Selain sebagai tempat rekreasi permainan, restauran, wisata alam juga sebagai tempat olah roso, nglaras dan roso yang menep, penyatuan agar dekat dengan alam,” tutur Atmo.
Dari interkasi tersebut, lanjut Atmo, diharapkan oleh pengelola OW Kampoeng Djawa Sekatul, para pengunjung dapat membuka identitas diri menuju jalan selamat, yaitu “Memayu Hayuning Buwono”.
Keunikan lain Kampoeng Djawa Sekatul dari sisi budaya, adalah memiliki enam bangunan joglo besar berikut barang-barang antik seperti pernak-pernik, hiasan, ornament, ukiran hingga furniture khas Jawa Klasik yang masih terawat rapi. Hampir semua koleksi ini berarsitektur Jawa kuno dan sudah berumur ratusan tahun.
Dalam kesempatan tersebut, tampil budayawan Eko Tunas asal Kota Tegal melakukan Monolog dengan tema keprihatinan terhadap bangsa Indonesia yang sedang terkena musibah meletusnya Gunung Merapi. Dan juga tampil sastrawan wanita Diah Setyowati yang membacakan puisi “Aja Kadiran”.
Selanjutnya, rombongan berjalan menuju fasilitas kolam renang, untuk menikmati hiburan orgen tunggal yang telah disediakan pengelola OW Kampung Djawa Sekatul sambil menikmati suana air yang sejuk dan nyaman.
Walaupun hujan turun, tapi tidak membuat turun semangat para peserta rombongan dalam mengikuti tahapan-tahapan acara Press Tour yang telah diatur oleh panitia dari Bagian Humas dan Protokol Setda Brebes. Bahkan tampak peserta larut dalam lomba joget yang diadakan secara spontan, untuk memperebutkan hadiah berupa uang tunai 200 ribu rupiah.
Sekitar pukul 17.00 WIB acara Press Tour dijadwalkan selesai, dan hujan telah reda, peserta rombongan akhirnya melanjutkan perjalanan pulang ke Kota Brebes. Tentunya oleh-oleh yang dibawa, adalah sebuah pengamatan apakah bisa konsep Kampoeng Djawa Sekatul itu diadopsi ke Brebes.