TIM Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes mengajak warga Desa Rajegwesi, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal untuk memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi media tanam jamur merang.
Desa Rajegwesi merupakan salah satu desa penghasil komoditas pertanian seperti padi, cabe, dan jagung. Saat masa panen jagung berlangsung, limbah bonggol jagung yang dihasilkan warga akan dibiarkan begitu saja didepan rumah ataupun menunggu pembeli limbah bonggol jagung yang berasal dari daerah lain.
Limbah bonggol jagung dijual dengan harga Rp 1.000/karung kepada peminatnya. Harga tersebut terbilang murah dilihat dari jumlah bonggol jagung yang cukup banyak dalam satu karung tersebut. Oleh karena itu tim KKN Rajegwesi Universitas Peradaban mengajak warga desa Rajegwesi untuk mengolah limbah bonggol jagung menjadi media tanam jamur merang demi meningkatkan pendapatan warga Desa Rajegwesi.
Jamur merang memiliki harga jual yang terbilang tinggi berkisar Rp 18.000/kg. Hal tersebut tentunya menarik minat warga desa untuk mengolah limah bonggol jagung menjadi media tanam jamur daripada hanya menjualnya dengan harga yang murah.
Tim KKN melakukan survey ke tempat warga. Menindaklanjuti hal tersebut, tim KKN melakukan survey ke tempat warga yang memiliki limbah bonggol jagung untuk selanjutya diolah menjadi media tanam jamur merang. Selain itu, tim KKN juga melakukan survey untuk tempat pembuatan jamur tersebut.
Tim KKN mempraktekkan cara pengolahan media tanam jamur merang dari limbah bonggol jagung. Kemudian, tim KKN mempersiapkan alat dan bahan untuk pengolahan media tanam tersebut diantaranya triplek/bambu, karung goni, plastik bening, lakban, ember, limbah bonggol jagung, bekatul, pupuk urea, dan ragi tape.
Berikut Langkah pembuatan limbah bonggol jagung menjadi media tanam jamur merang:
Buatlah wadah untuk menampung bonggol jagung yang berbentuk persegi panjang dengan menggunakan triplek maupun bambu yang telah dirangkai. Tim KKN membuat tempat tersebut dengan ukuran 150 cm X 20 cm menggunakan triplek.
Lapisi wadah persegi panjang tersebut dengan karung goni sebagai alasnya dan juga penutup sisi kanan dan kiri sampai tertutup dengan rapat. Kemudian rapihkan samping kanan dan kiri karung goni agar menempel dengan sempurna ke triplek dengan lakban.
Masukkan limbah bonggol jagung kedalam wadah sampai dirasa cukup penuh.
Buatlah bahan pereaksi yang akan ditabur di atas limbah bonggol jagung. Berikut formula pereaksi untuk wadah berukuran 150 cm X 20 cm, 2 kg bekatul, ¼ kg pupuk urea, 7 butir ragi tape.
Campur semua bahan dalam ember dan aduk sampai merata. Taburkan pereaksi deangan merata diatas wadah yang telah berisi limbah bonggol jagung
Siram dengan air sampai merata dengan mencipratkannya ataupun dengan alat penyiram tanaman asalkan bonggol jagung tidak terendam oleh air. Tutup wadah tersebut dengan plasik bening sampai rapat.
Pastikan untuk rutin menyiraminya setiap hari agar kelembabannya terjaga. Jamur merang dapat dipanen dalam jangka waktu 10 hari.
Dengan adanya pengolahan limbah bonggol jagung menjadi media tanam jamur merang diharapkan dapat mengurangi limbah bonggol jagung dan meningkatkan pendapatan warga desa Rajegwesi.
(Tim KKN Desa Rajegwesi: Pradipa Ammar Raihan, Fitri Setiowati, Desi Safitri, Fasihatun Kiromah, Alvi Nur Rokhmah, Diah Septaningsih K, Nadia Nur Aulia, Gianto Pri handoyo, Windu Riyan Adi Priyadi, Didi Yogi Prawiro)