Mahasiswa KKN Universitas Peradaban Penyuluhan Pencegahan Stunting
MASALAH kekurangan gizi masih banyak terjadi di Indonesia. Salah satu masalah kekurangan gizi tersebut ialah stunting. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama.
Stunting juga disebabkan oleh rendahnya pengetahuan ibu terkait pencegahan stunting, pola asuh yang tidak tepat, sanitasi yang buruk serta kualitas pelayanan kesehatan yang masih rendah.
Menurut UNICEF, faktor yang berperan terhadap kejadian stunting adalah faktor lingkungan, penyakit infeksi berulang, morbiditas meningkat, pengasuhan anak yang tidak memadai, sanitasi yang buruk, akses terhadap pelayanan kesehatan yang kurang, dan pendapatan yang rendah.
Dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting, maka kelompok mahasiswa KKN Universitas Peradaban (UP) Bumiayu, Kabupaten Brebes tertarik untuk mengadakan penyuluhan pencegahan stunting sebagai upaya dalam menurunkan angka stunting.
Kegiatan penyuluhan tentang pencegahan stunting ini dilaksanakan di aula Balai Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Sabtu 17 Februari 2024 lalu di Dukuh Jedug RT 02 RW 07 Desa Jatilaba, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal.
Penyuluhan ini diisi oleh Desi Setyaningsih (mahasiswa KKN Universitas Peradaban). Adapun sasaran kegiatan ini yaitu pada ibu-ibu hamil dari kelas ibu hamil di Desa Jatilaba yang dihadiri pula oleh bidan desa (Rina Mariani, Amd. Keb) dan kader posyandu.
Pelaksanaan kegiatan penyuluhan pencegahan stunting pada ibu hamil di Desa Jatilaba ini berlangsung dengan lancar serta peserta yang sangat antusias dalam memahami materi yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pencegahan stunting selama masa kehamilan pada ibu hamil di Dukuh Jedug RT 02 RW 07 Desa Jatilaba.
(Kelompok KKN Jatilaba: Muhammad Roehul Zinan, Eka Putri Agustin, Meilita Sari, Kharis Budi Prasetyo, M. Syafiq Maulana, Nuraeni Ambar Pamutih, Syahara Deliana Adhiestya, Anis Diah Septiani, Fika Nur Auliya, Ifana Nurul Azizah, dan Desi Setyaningsih)