dr. Slamet, bacaleg DPR RI dari PKS untuk Dapil Jawa Tengah IX. (Foto: Dok)
…dadi apapun, sing penting slamet dunia akhirat…
PanturaNews (Tegal) - Dokter Slamet ternyata maju sebagai bacaleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk Dapil Jawa Tengah IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes).
Teka-teki yang membuat publik bertanya-tanya, kenapa pria kelahiran Tegal 54 tahun silam ini, memutuskan pensiun dini sebagai ASN, kini sudah terjawab.
Begitu tahu kabar dokter Slamet bukan ASN lagi, PKS langsung meminangnya menjadi caleg, tidak tanggung-tanggung, dokter Slamet langsung diminta untuk maju sebagai calon legislator pusat di Senayan.
Kiprahnya sebagai dokter dimulai pada taahun 1996 sebagai Dokter klinik 24 Jam di Jakarta. Sempat bertugas juga sebagai dokter dan kepala Puskesmas di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Pada tahun 2000-2002 menjadi Dokter di Rumah Sakit Islam Harapan Anda Kota Tegal, kemudian meningkat sebagai Kepala Puskesmas Tegal Barat, Kota Tegal pada tahun 2002-2013, selanjutnya pada tahun 2013-2021 dipercaya sebagai Dokter dan Kepala Balai Pengobatan Penyakit Paru Paru (BP4) Kota Tegal.
Jabatan terakhir sebagai ASN adalah sebagai Kepala Bidang UKMP Dinas Kesehatan Kota Tegal, sebelum akhirnya memutuskan pensiun dini. Saat ini, sejak Januari 2023 dr. Slamet menjadi Direktur Klinik Medicall, Tegalsari Kota Tegal.
Ada 2 hal utama pelajaran orang tua yang sangat melekat di hati dokter Slamet hingga saat ini. Berlaku jujur dan setiap keputusan, apapun itu memiliki konsekuensi.
“Pesan ini selalu disampaikan sejak saya kecil hingga bekerja sebagai PNS,” ungkap dr. Slamet yang sejak lama menjadi pencinta kucing.
Jujur ini bahkan berlaku untuk semua peran dan semua profesi, sebab jujur adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.
Prinsip kedua terkait pengambilan keputusan menurutnya menyiratkan pesan, agar jadi orang tidak mudah baper jika ada yang kontra dengan keputusan yang berbeda. Pelajaran ini benar-benar dirasakan manfaatnya pada saat dr Slamet memimpin Puskesmas, Balai Penyakit Paru, dan terakhir sebagai Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Kota Tegal.
"Faktanya memang betul, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Itu artinya tidak satu kebijakan pun yang seluruhnya sepakat. Selalu ada yang pro dan kontra,” ujarnya.
Atas dua prinsip ini, ia menjelaskan bahwa sebenarnya setiap keputusan yang diambil oleh seseorang, itu adalah pilihan terbaik dari peta hidup yang dimiliki. Dari sinilah kita belajar menghargai orang lain.
“Termasuk keputusan saya menerima amanah dari PKS untuk maju sebagai caleg DPR RI, itu adalah pilihan terbaik. Itu juga berlaku sama bagi PKS. Itu adalah pilihan terbaik PKS. Bisa jadi PKS memandang saya punya peluang, tinggal memantaskan diri saja biar pantas,” tuturnya.
Berkiprah dimanapun, lanjut Slamet, saya kira sama saja. Mau jadi dokter, jadi legislator. Selama memegang teguh nilai-nilai yang bisa membawa kebermanfaatan bagi banyak orang, maka disitulah letak kemuliaan sesungguhnya.
“Pan dadi dokter, pan dadi dewan, dadi apapun, sing penting slamet dunia akhirat,” pungkasnya mengakhiri wawancara.