Sabtu, 05/08/2023, 12:15:04
Tradisi: Ratusan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate Brebes Disahkan
Oleh: Urip Triyono
--None--

Sebanyak 157 calon warga baru disyahkan sebagai Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Brebes di Gedung Baru Islamic Center, Kabupaten Brebes. (Foto: Dok/Istimewa)

…memegang teguh sesanti, crah agawe bubrah, rukun agawe santoso, memayu hayuning bawana…

PENGESAHAN warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) merupakan tradisi turun temurun, dan sudah berlangsung sejak berdirinya PSHT oleh Ki Ageng Harjoutomo tahun 1922 lalu.

Pada Kamis 27 Juli 2023 atau 9 Muharam 1445 H, Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Brebes, menggelar acara Pengesahan Warga Baru Tingkat I di Gedung Baru Islamic Center, Kabupaten Brebes.

 

Pengesahan dihadiri oleh calon warga, orang tua calon warga, Perwakilan Pengurus Pusat, Pengurus Cabang, Pengurus Ranting, Pengurus Rayon, serta pendamping siswa calon warga.

Menurut Ketua Cabang PSHT Kabupaten Brebes, Kangmas M. Fauzan pihaknya sangat berterima kasih kepada semua pihak terutama panitia, sekaligus bangga karena dapat menyelenggarakan acara Pengesahan Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate  tahun 2023 dengan lancar.

 

Kegiatan pengesahan ini juga dihadiri oleh seluruh calon warga Tingkat I, didukung oleh pengurus cabang, perwakilan pusat, anggota dan ketua ranting/rayon di wilayah Kabupaten Brebes.

Sejumlah 157 calon warga baru disyahkan menjadi warga baru tahun ini, terdiri dari 122 putra dan 35 calon warga putri. Semuanya dinyatakan lulus ujian materi senan, jurus, sambung, senjata, dan ke–SH-an, serta berhak menyandang sebagai Warga Tingkat I Persaudaraan Setia Hati Terate.

 

Pada kesempatan yang lain, Ketua Dewan Cabang PSHT Brebes, Kangmas Legowo M.Pd menegaskan bahwa sebagai warga komunitas pencak silat, pengurus PSHT dan para warga semua, serta calon warga baru agar tetap bersemangat.

“Harus semangat memperjuangkan tegak berdirinya kebenaran dan keadilan di muka bumi ini, dengan konsep “memayu hayuning buwana” melalui seni budaya pencak silat sebagaimana diajarkan dalam SH Terate.

 

Menurutnya, SH Terate tidak mengajarkan warganya berbuat anarkhis, tidak mengajarkan perbuatan yang merusak tatanan yang ada, melainkan harus selaras dengan tatanan yang menuju kebaikan dan kedamaian bersama.

Dirinya juga mengingatkan, bahwa selaku pengurus dan warga SH Terate agar senantiasa menjalin komunikasi dengan seluruh warga  di mana pun berada agar kondisi aman, guyup, dan saiyeg saekapraya dapat terjalin dengan baik.

 

"Pencak silat itu tidak sekedar olah fisik, tapi lebih menitik beratkan kepada olah jiwa dan pembentukan mental dan karakter individu, agar menjadi generasi yang berkwalitas di masyarakat," urainya.

Calon warga dan seluruh warga PSHT harus senantiasa menjaga jatidiri, agar dapat menjadi warga SH Terate yang ideal, yaitu warga SH Terate yang teguh dalam pendirian, dan dapat menjadi teladan bagi keluarga dan masyarakat sebagaimana dilambangkan bunga terate yang anggun.

“Akarnya menghujam kuat ke bawah, dan indah serta wanginya menyenangkan siapa saja yang memandang,” tandas Kangmas Legowo.

Dalam sambutannya perwakilan PSHT pusat yang disampaikan Kangmas Ali Sadikin S.Pd, bahwa makna ubarampe pengesahan, serta menekankan pentingnya silaturahim untuk menguatkan semua unsur organisasi.

“Setiap warga hendaklah memegang teguh sesanti, crah agawe bubrah, rukun agawe santoso, memayu hayuning bawana,”

Yaitu dalam bahasa Indonesia berbunyi: bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh, senantiasa menjaga kedamaian dan kelestarian alam raya. Acara Pengesahan diakhiri doa penutup yang disampaikan oleh Kangmas Jarot Sutrisno.

(Naskah kiriman Urip Triyono, S.S. (HP. 087830000041). Bidang Organisasi PSHT Cabang Brebes)


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita