Kamis, 22/06/2023, 12:20:53
Kiat Penerapan Kurikulum Merdeka Pada Mata Pelajaran PJOK
Oleh: Lia Nur Cahyani
--None--

KURIKULUM Merdeka adalah kurikum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam dimana konten akan lebih optimal, agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapain profil pelajar pancasila dikembangkan pada tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah.

Berdasarkan artikel yang ditulis oleh Imam Arif Priadi MPd pada surat kabar Radar Tegal  Tanggal 11 April 2023.  Ada dua tujuan utama yang mendasari kebijakan ini.

Pertama, pemerintah dalam hal ini kemendikbutristek ingin menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab  untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan dan dan konteks masing -masing sekolah.

Kedua, dengan kebijakan  opsi kurikulum ini , proses perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan bertahap. Pemerintah mengembang tugas untuk menyusun kerangka kurikulum sedangkan operasionalisasinya bagaimana kurikulum tersebut diterapkan merupakan tugas sekolah dan otonomi bagi guru.

Guru sebagai pekerja profesional yang memiliki kewenangan untuk bekerjua secara otonom,berdasarkan ilmu pendidikan. Sehingga kurikulum antar sekolah bisa saja berbeda, sesuai karakteristik peserta didik dan kodisi sekolah dengan tetap mengau pada kerangka kurikulum yang ada.

Kurikulum Merdeka belum diterapkan pada seluruh sekolah di indonesia, hal ini  dikarenakan tingkat kesiapan sekolah dan kesenjangan mutu sekolah yang berbeda - beda. Salah satu sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka adalah SMA Negeri 1 Bojong, Kabupaten Tegal.

Di sini seluruh mata pelajaran sudah menerapkan kurikulum merdeka baik mata pelajaran sains, sosial, bahasa, seni dan budaya serta mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) atau biasa dikenal dengan istilah Penjas.

PJOK merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Sebagai salah satu mata pelajaran umum di sekolah, PJOK menjamin tersedia aktivitas jasmani bagi peserta didik, pelaksanaan PJOK bukan hanya merupakan aktivitas jasmani saja akan tetapi untuk mengembangkan seluruh potensi peserta didik secara utuh melalui aktivitas jasmani.

Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang diranang seara sistematis bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan induvidu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional (Rosdiana 2013:23).

Kurikulum merdeka sangatlah tepat apabila diimplementasikan pada pembelajaran PJOK, keduanya memiliki kesamaan yaitu memberikan keleluasaan pada peserta didik  dalam hal ini adalah keleluasaan gerak peserta didik. Dalam pembelajaran PJOK peserta didik diberi kebebasan dalam menyelesaikan materi projek yang diberikan oleh guru, kebebasan untuk memilih kelompok, metode yang akan dipakai dan melaporkan projek yang sudah diselesaikan mereka masing -masing.

Hal ini guru memiliki tujuan yang ingin dicapai untuk mengembangkan kualitas peserta didik yaitu adanya peningkatan kualitas peserta didik ,kerja sama antar peserta didik, perbendaharaan referensi dan tanggung jawab peserta didik yang semua itu sesui dengan tujuan pendidikan yaitu meningkatkan induvidu secara organik, neuromuskuler, perceptual, kognitif dan emosional.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita