MATEMATIKA merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bilangan dan digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan. Matematika adalah mata pelajaran wajib yang memberikan ilmu dasar dan pola kognitif (kecerdasan) untuk membangun mata pelajaran lainnya.
Ilmu matematika memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan karena dapat membantu seseorang dalam mempelajari berbagai bidang ilmu yang lain termasuk ilmu sosial seperti ekonomi, kedokteran atau medis, dan psikologi. Namun matematika masih sering disalah artikan oleh kaum pelajar, mungkin sampai sekarang matematika menjadi mata pelajaran yang paling ditakuti oleh siswa di sekolah dan tidak jarang pula yang beranggapan bahwa matematika itu sulit serta tidak penting atau kurang bermanfaat dalam kehidupan.
Utami dalam Dyahsih dan Ali berpendapat bahwa sebagian siswa belum menyadari akan pentingnya penguasaan matematika sehingga siswa kurang apresiatif terhadap matematika dan dalam mengikuti pembelajaran matematika. Perkembangan dunia tidak pernah lepas dari peran penting matematika sehingga selalu mengacu pada perkembangan matematika, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa setiap orang khususnya siswa yang berperan sebagai generasi masa depan sangat memerlukan pengetahuan matematika dalam berbagai bentuk ataupun karakteristik sesuai dengan kebutuhan.
Perkembangan Matematika di Indonesia
Perkembangan pembelajaran matematika di Indonesia tidak lepas dari sejarah perjalanan kurikulum pendidikan nasional yang telah mengalami perubahan dimulai dari matematika tradisional, modern, masa kini, pembelajaran matematika pada kurikulum 1994, kurikulum berbasis kompetensi (kurikulum 2004), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/KTSP (kurikulum 2006), serta kurikulum 2013.
Melihat pentingnya matematika dalam kehidupan maka pembelajaran matematika mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Alhaddad berpendapat bahwa perkembangan matematika di Indonesia yaitu sebagai berikut.
-Pertama yaitu matematika tradisional yang setelah lepas dari penjajahan kolonial, pemerintah langsung menyusun program pendidikan. Pada saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada ilmu hitung atau cara berhitung. Untuk pertama kali yang diperkenalkan kepada siswa adalah bilangan asli dan membilang, kemudian penjumlahan dengan jumlah kurang dari sepuluh, pengurangan yang selisihnya positif dan lain sebagainya.
Pembelajaran matematika tradisional di Indonesia juga memiliki ciri seperti materinya materi lama, lebih mengutamakan hafalan, menekankan pada keterampilan berhitung, menekankan pada bagaimana sesuatu itu dihitung daripada mengapa sesuatu itu dihitung demikian, lebih mengutamakan untuk melatih otak.
-Kedua adalah matematika modern, pembelajaran matematika modern resmi dimulai setelah ada kurikulum 1975. Model pembelajatan ini muncul karena adanya kemajuan teknologi yang mendorong pembaharuan pembelajaran matematika. Selain itu penemuan-penemuan teori belajar mengajar oleh J.Piaget, J.P Guilford, J.S Bruner, R.M Gagne dan masih banyak lagi yang dapat memperkuat perubahan model pembelajaran matematika.
Brownell berpendapat bahwa belajar matematika merupakan belajar bermakna yang berpengertian. Teori tersebut sesuai dengan teori Gestalt dimana menegaskan bahwa latihan hafal sangat penting dalam pembelajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa, dua hal tersebut berpengaruh dalam perkembangan pembelajaran matematika di Indonesia.
-Ketiga yaitu pembelajaran matematika masa kini yang merupakan gerakan revolusi matematika kedua walaupun tidak sedahsyat pada revlolusi pertama (matematika modern). Awal dari revousi ini adalah karena kekhawatiran negara maju yang disusul oleh negara-negara terbelakang saat itu seperti Jepang, Korea, dan Taiwan. Pembelajaran matematika masa kini ditandai oleh beberapa hal diantaranya dengan adanya kemajuan teknologi seperti kalkulator dan komputer.
Implementasi Matematika dalam Kehidupan Sehari-hari
Mahir matematika dapat membantu memahami pendapatan dan pengeluaran seseorang dalam mengelola keuangan, mampu memahami alur perputaran uang dan mengetahui ketika terdapat suatu masalah. Dengan memiliki pengetahuan matematika yang baik, seseorang dapat melacak dan meminimalkan risiko masalah keuangan. Tanpa kita sadari, hampir semua aktivitas sehari-hari juga melibatkan konsep matematika misalnya saat sedang diperjalanan yaitu dengan mengukur jarak dan kecepatan, transaksi jual beli, dan membangun bangunan contohnya rumah.
Konsep yang diterapkan pada saat membangun rumah adalah konsep geometri karena dalam pembangunan rumah membutuhkan perhitungan konstruksi rumah seperti perhitungan sudut, garis lurus, jarak, dan lain sebagainya. Ada juga konsep aritmatika, konsep tersebut dapat dimanfaatkan oleh pedagang yang akan menghitung hasil jualan dan untung rugi.