Minggu, 05/02/2023, 13:12:27
Belajar Matematika Sambil Bernyanyi
Oleh: Zahra Dianti Malik & Anwar Ardani, M.Pd.
--None--

MATEMATIKA merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, berperan penting dalam berbagai disiplin ilmu, dan mengembangkan daya pikir manusia.

Besarnya peranan tersebut, menjadikan matematika sebagai mata pelajaran wajib di sekolah, dan perlunya penguasaan konsep yang kuat sejak dini, serta dapat menumbuhkan kemampuan siswa dalam berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, kreatif, dan bekerja sama.

Namun, pada kenyataannya, sebagian besar dari siswa masih saja menganggap matematika sebagai mata pelajaran yang tidak menyenangkan, serta materinya yangterkesan sulit dan abstrak untuk dipahami. Hal inilah yang berpotensi menjadi penyebab utama kesulitan belajar mereka (Pratama, 2015).

Melihat berbagai permasalahan pembelajaran yang ada, guru memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran matematika di sekolah. Hal inilah yang mengharuskan pembelajaran matematika perlu dikemas semenarik mungkin, karena keberhasilan pembelajaran matematika salah satunya didukung oleh kemahiran guru dalam melaksanakan aktivitas pengajaran serta kesadaran siswa dalam mengikuti aktivitas pembelajaran (Pratama, 2015).

Oleh karena itu, dalam pembelajaran, guru harus memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang strategi maupun model pembelajaran yang bervariasi. Untuk itu, perlu diadakan pembelajaran yang unik, baru (lain dari pada yang lain), aktif, dan menyenangkan agar guru maupun siswa dapat mengekspresikan dirinya dalam belajar dan tidak mengalami kejenuhan, sehingga siswa dapat memahami materi dengan baik.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan suatu metodepembelajaran dimana guru membelajarkan materi Segitiga dan Segiempat kepada siswa sambil bernyanyi dan bermain gitar, atau dalam hal ini disebut HARUM PALA (Hafalan Rumus Pakai Lagu).

Proses belajar mengajar merupakan proses komunikasi, yakni penyampaian pesan dari pengantar ke penerima (Daryanto, 2010, Sanjaya, 2012). Oleh karenanya, untuk memudahkan penyampaian dan penafsiran terhadapat materi yang diberikan oleh guru kepada siswa, diperlukanlah suatu cara penyampaian yang menarik dan mudah dipahami siswa. Salah satu caranya dalah melalui metode pembelajaran yang menyenangkan.

Selanjutnya, menurut Susanti & Rohmah (2011), siswa dapatmenerima pelajaran matematika dengan baik apabila tidak ada suara-suara berisik atau yang mengganggu. Namun, ada pula suara yang dapat meningkatkan belajar siswa, seperti musik yang menenangkan yang dapat mempengaruhi kinerja otak. Suara yang menenangkan dan mempengaruhi kinerja otak dapat mencegah kesulitan belajar akibat kecemasan dalam proses pembelajaran matematika.

Musik: Lagu anak-anak adalah lagu yang dirancang sedemikian rupa, baik lirik maupun melodinya sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak. Dari aspek pendekatan hegemoni seni dan atau dalam produksi lagu anak-anak, Indonesia pernah mengalami masa kejayaan di era ‘80-an hingga ‘90-an.

Berbagai lagu anak-anak muncul dan digemari oleh anak-anak, seperti “Du DiDam” (Enno Lerian), “Abang Tukang Bakso”(Melisa), “Obok-obok” (Joshua), dan lain sebagainya. Lagu-lagu ini sesuai dengan usia mereka. Lagu-lagu itulah yang mengantarkan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya (Ardipal, 2015). Saat ini hegemoni dalam seni musik adalah kebalikan dari era ‘80-an hingga ‘90-an.

Sebab lagu anak menjadi langka, danbeberapa penyanyi cilik malahan menyanyikanlagu remaja atau dewasa. Padahal lagu-lagu tersebut belum tentu cocok bagi anak anak seusia mereka yang mendengarkannya (Ardipal, 2015).

Lagu anak-anak seperti Pelangi, Balonku, Kebunku, Bintang Kecil, dan lain sebagainya juga sudah mulai tidak digemari. Kalaupun digemari, hanya kalangan siswa Anak Usia Dini atau di Taman Kanak-Kanak (TK) saja. Lagu-lagu tersebut pun lambat laun mulai tidak digemari oleh siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, mereka cenderung lebih menyukai lagu orang dewasa.

Melalui bernyanyi, diharapkan siswa melestarikan kembali lagu anak-anak yanag seusia mereka, serta mampu menarik minat siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran matematika khususnya dalam hal hafalan, pemahaman, dan penguasaan rumus luas pada Segitiga dan Segiempat dengan menyenangkan.

Dengan membuat anak menyukai metode pembelajaran yang digunakan, diharapkan proses pembelajaran matematika berjalan dengan baik, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan merasakan hal baru dalam pembelajaran matematika dengan bernyanyi sambil bermain gitar.

Ketika siswa sudah tertarik untuk melakukan pembelajaran melalui bernyanyi, maka siswa akan mudah dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran, dan ujungnya adalah minat ataupun hasil belajarnya sesuai yang diharapkan.

Melihat betapa pentingnya lagu anak-anak untuk diperdengarkan kembali, dilestarikan, dan betapa berpotensinya gitar digunakan dalam pembelajaran matematika yang unik, baru (lain dari pada yang lain), aktif, dan menyenangkan, maka dalam penelitian ini akan dilakukan suatu pengembangan produk metode pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan menarik minat belajar siswa.

Adapun produk tersebut berupa Metode Pembelajaran HARUM PALA (Hafalan Rumus Pakai Lagu), yang nantinya dapat digunakan oleh guru dalam pembelajaran di kelas.

Siswa kelas 5 SDN Karangtawang tidak pernah merasa kalau matematika itu menakutkan. Karena mereka miliki yel - yel pelajaran matematika. Matematika asyik, menyenangkan aku bisa ye...ye. Adanya yel - yel ini akan membuat mereka lebih percaya diri mengerjakan soal - soal matematika yang dianggap horor.

Pelajaran bangun ruang kali ini. Belajar sifat kubus dengan menyentuh langsung benda yang berbentuk kubus. Siswa langsung menyentuh rusuk, sisi, sudut dari rusuk tersebut. Tidak hanya penjelas saja. Tapi juga mereka langsung bisa menemukan berapa sisi, rusuk, titik sudut dari menyentuh bendanya.

Setelah itu untuk mempermudah siswa mengingat sifat-sifat kubus. Siswa diajak untuk menciptakan lagu mengenai sifat-sifat kubus. Dengan lagu semoga bisa membuat ingatan siswa tentang sifat-sifat kubus semakin pajang. Karena hampir setiap anak menyukai lagu. Apa lagi kalau lagunya bisa dirancang bersama. Mereka akan merasakan memiliki lagu tersebut.

Penerapan metode pembelajaran dalam proses belajar mengajar, khususnya metode pembelajaran yang menyenangkan dapat membangkitkan keinginan dan minat siswa, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar; terlebih pembelajaran seperti ini merupakan hal yang baru bagi mereka.

Hal ini diungkapkan oleh Alimuddin (2015), sebagai salah satu cara mendidik anak lagu anak mempunyai manfaat menyampaikanpesan dengan menyenangkan, melalui lirik disertai musik membuat belajar menjadi asyik, bahkan terasa seperti tidak belajar.

Lagu anak mempunyai posisi penting dalam pendidikan anak, karena sifatnya yang ceria dan mengandung pesan yang mendidik, serta sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita