SUMBER daya manusia merupakan hal yang sangat penting, hal ini harus diperhatikan karena mereka yang menjadi pendukung utama atas tercapainya tujuan yang akan dicapai.
Peranan sumber daya manusia harus digerakkan secara efektif dan juga efesien sehingga mempunyai hasil daya yang baik. Menumbuhkan peran sumber daya manusia sejak dini menjadi awal yang baik bagi pertumbuhan ekonomi.
Usia tidak menjadi batasan ketika terjun ke dunia usaha. Sekali pun masih muda, termasuk remaja. Jika pintar melihat peluang tak ada salahnya untuk mencoba. Membuka usaha diusia remaja juga memiliki sejumlah keuntungan. Dengan menciptakan dan mewujudkan gagasan baru untuk meningkatkan nilai tambah atau manfaat dari bahan-bahan yang sudah tersedia.
Kreatifitas sangat dibutuhklan dalam upaya membuka lapangan kerja baru karena kreativitas sebagai acuan utama dalam memperoleh suatu pekerjaan yang layak bagi kehidupan mendatang.
Bisnis online menjadi salah satu ide kreatif bagi para remaja untuk membuka usaha. Siapa yang tidak kenal yang namanya bisnis online saat ini? Sebuah bisnis yang sangat hangat-hangatnya disekitar kita. Bisnis online merupakan kegiatan di bidang usaha yang tidak memerlukan adanya interaksi secara langsung. Bahkan hampir semua bisnis baik produk maupun jasa semuanya memiliki unsur bisnis online.
Salah satu bisnis online adalah bisnis trifhting. Belakangan ini bisnis trifhting memang tengah naik daun dan menjadi incaran sejumlah masyarakat. Khususnya anak remaja. Trifhting adalah proses menjual barang bekas pakai seperti pakaian, aksesoris, sepatu dan barang-barang antik kepada orang lain. Namun barang bekas tersebut harus disortir lagi, sehingga jika menemukan kualitas yang kurang baik terpaksa tidak dijual.
Namun ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam menjalankan bisnis thrifting. Kelebihan bisnis thrifting antara lain yaitu:
-1. Menjadi bisnis kekinian yang banyak digemari. -2. Mudah dijual di market place. -3. Menjual produk branded dengan modal kecil.
Dan adapun kekurangan bisnis thrifting antara lain yaitu:
-1. Mempersiapkan modal awal dan menghabiskan tenaga dan waktu. -2. Tidak ada standar harga jual. -3. Persaingan cukup ketat. -4. Kemungkinan dapat produk rusak saat menyortir.
Kini sudah banyak pelaku usaha thrifting yang menjalankan bisnisnya secara online. Mereka memanfaatkan internet untuk berjualan disejumlah media sosial baik facebook maupun instagram.
Cara ini dinilai cukup ampuh untuk menarik konsumen, sebab pembelian tidak perlu repot untuk berkunjung ke tokonya langsung, cukup melihat katalognya di internet dan konsumen dapat membelinya secara mudah.