Senin, 09/01/2023, 13:11:03
Batik Purbalingga Dan Upaya Pelestariannya
Oleh: Andi Yulianto
--None--

BATIK yaitu sebuah kain bermotif, yang setiap motifnya memiliki histori yang berbeda-beda. Batik juga termasuk kedalam kekayaan budaya yang dimiliki oleh beberapa daerah yang berada di Indonesia, seperti yang diperkuat oleh Soedarmono (2008) yang menyatakan bahwa batik adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kain yang dibuat dengan teknik resist dengan menggunakan material berupa lilin malam.

Batik terdapat di berbagai daerah di indonesia dengan ciri-ciri yang berbeda setiap daerahnya, seperti batik bangkalan yang memiliki ciri tersendiri seperti yang di perkuat oleh RA Sakartaji Suminto (jurnal seni karya:2004) yang menyatakan bahwa batik bangkalan, khususnya batik gentongan Tanjung Bumi, yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu dari cara pembuatannya.

Teknik pewarnaan batik gentongan memerlukan cara khusus, yaitu dengan melakukan perendaman dalam gentong batu dalam jangka waktu 1 bulan hingga 1 tahun.

Batik menjadi kearifan lokal masyarakat indonesia yang tidak bisa di pisahkan dari kebudayaan masayarakat itu sendiri. Batik menjadi kearifan lokal bukan hanya karena memiliki motif yang menarik, tetapi batik juga memiliki histori-histori di setiap motif batik nya yang menjadi alasan batik menjadi kekayaan yang di miliki oleh masyarakat indonesia, bahkan batik saat ini di jadikan sebagai indentitas bangsa, sama halnya dengan batik Purbalingga yang menjadi kearifan lokal masyarakat setempat.

Batik Purbalingga termasuk kedalam batik pendalaman yang cenderung memiliki motif lebih besar dan ekspresif dengan model tumbuh-tumbuhan, binatang air, dan binatang kecil seperti tawon dan semut.

Batik purbalingga memiliki ciri khas yang berbeda yaitu memiliki ciri khas pada gaya isian danorname penghias. Adapun motif yang banyak diproduksi yaitu motif lumbon, motif petean, motif jahe srimping, motif kukel, motif parangtritis, motif Lawa dan lai sebagainya.

Upaya untuk melestarikan batik Purbalingga telah dilakukan oleh Pemerintah daerah dengan menerbitkan peraturan daerah tentang penggunaan pakaian batik. Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah di lingkungan kabupaten Purbalingga wajib untuk memakai batik pada hari kerja, Kamis dan Sabtu. Kemudian pada kegiatan Event Budaya seperti gelar cipta dan kegiatan lainnya. Karya batik purbalingga juga digelar rutun setiap tahun sehingga generasi muda juga dikenalkan melalui fashion show tahunan.

Kita sebagai generasi muda harus mengetahui dan melestarikan kebudayaan yang terdapat di daerah kita masing-masing, agar kebudayaan tersebut tidak punah begitu saja dan tidak tergantikan oleh budaya asing.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita