Senin, 31/10/2022, 10:42:54
Tari Topeng Kelana Indramayu Dapat Kunjungan Pogram Pertukaran Mahasiswa
INDRamayu-LAPORAN RESMAN S

Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah Desa Pekandangan Indramayu saat mendapat kunjungan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. (Foto: Dok)

PanturaNews (Indramayu) - Sanggar Tari Topeng Mimi Rasinah Desa Pekandangan Indramayu, mendapat kunjungan dan silaturahim dalam program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM).

Program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) kali ini mendatangkan mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon, di Desa Pekandangan, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Minggu 30 Oktober 2022.

Kunjungan budaya pertukaran mahasiswa dari perwakilan 34 perguruan tinggi di Indonesia, meliputi 72 mahasiswa antara lain Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Universitas Jambi, Universitas Negeri Padang.

Universitas Negeri Gorontalo, Universitas PGRI Padang Sumatera Barat, Unswagati Cirebon, Universitas Halu Oleo Kendari Sulawesi Utara, Universitas Palangkaraya Kalimantan serta Perguruan Tinggi dari daerah lain di Indonesia.

Dalam kunjungan dilaksanakan saresehan dan sharing Budaya Tari Topeng Indramayu, ikut belajar singkat menari tari Topeng Kelana dan musik Gamelan Topeng bersama Cucu mimi Rasinah, Aerli dan Asep Ruhiyat pengarah Nayaga.

Diketahui, Tari Topeng Kelana merupakan seni budaya khas Indramayu yang melalui Sosok Maestro Topeng Mimi Rasinah almarhum, sehingga melalui budaya Indramayu dapat dikenal oleh masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Tari Topeng Kelana Mimi Rasinah, sekarang dilanjutkan oleh generasi ke 11, Aerli Rasinah yang terus berupaya menjaga dan melestarikan budaya seni tari Topeng Indramayu.

Selain memberikan pelatihan singkat dan menari Topeng Kelana, Aerli Rasinah juga memaparkan sekilas sejarah Tari Topeng Indramayu, serta makna filosofi dari gerakan dan jenis topeng Indramayu.

Hadir Mewakili Bupati Indramayu, Nina Agustina yaitu Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu Indramayu, Adi Setiawan.

Menurutnya, gagasan pemecahan rekor muri 6001 penari topeng Indramayu berawal dari permintaan Nina Agustina, untuk menggerakkan kembali seni budaya Tari Topeng di Indramayu kepada para pemuda pemudi generasi penerus.

“Apalagi dengan adanya desakan dunia teknologi digital, banyak yang lupa akan prinsip budaya kearifan lokal oleh aktifitas dunia modern yang kekinian, serta mengapresiasi dan berterima kasih kepada Maestro Topeng Mimi Rasinah,” ujarnya.

Sementara Dosen dan Kepala BRA UGJ, Iyay Robia Khaerudin dalam sambutanya menyampaikan, mahasiswa harus mengenal semuanya, begitupun dengan budaya dari luar daerahnya.

“Dan pada kesempatan ini, harus merasa beruntung bisa mengenal dan mengetahui salah satu budaya Indramayu, yaitu seni Tari Topeng secara langsung di sanggar Maestro Topeng Indonesia Mimi Rasinah Indramayu yang melegenda,” tuturnya.

Salah satu mahasiswi, Yuni Fransiska dari Universitas PGRI Kota Padang, Sumatera Barat mengatakan, dia berterima kasih mendapatkan kesempatan belajar dan mengetahui seni budaya tari Topeng Indramayu secara langsung.

“Kami akan mempromosikan budaya tari topeng Indramayu ini ke daerah kami,” katanya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita