Rabu, 27/07/2022, 22:08:15
Kota Tegal Punya Pesantren Rehabilitasi Pecandu Narkoba
-LAPORAN JOHARI

Peresmian Pesantren Rehabilitasi Sosial Napza LKS Yayasan Al Ma'Laa Getasrejo Kota Tegal, awa Tengah

PanturaNews (Tegal) - Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono meresmikan Pesantren Rehabilitasi Sosial Napza LKS Yayasan Al Ma'Laa Getasrejo Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu 27 Juli 2022. Dihadiri Ketua MUI, Kepala BNN, Kapolres dan Forkompinda lainnya.

Menurut Dedy,  simpul-simpul pencegahan terhadap narkoba menjadi unsur utama dengan melibatkan semua pihak, termasuk para tokoh agama, pendidik, psikolog, psikiater, tokoh masyarakat, orang tua, serta pemerintah daerah yang akan memfasilitasi dan mendukung penuh.

Selain itu, Ia juga menambahkan harapannya agar Pesantren Rehabilitasi ini nantinya tidak hanya untuk warga Kota Tegal, namun juga masyarakat umum dari daerah lain dengan keseimbangan dari tenaga medis maupun tokoh agama.

"Pengguna narkoba  jangan hanya dimarahi, karena tidak menyelesaikan masalah. Tetapi, harus ditangani secara serius. Dimasukkan ke tempat - tempat rehabilitasi. Maka dengan adanya ponpes rehabilitasi di Kota Tegal saya mengharapkan, di samping tempat ini berbasis pesantren, juga harus diintregrasi dengan Dinas Kesehatan untuk aspek kesehatannya dan psikologinya," ujar Dedy Yon.

Kepala BNN Kota Tegal, Sudirman menyampaikan bahwa adanya tempat rehabilitasi narkoba di Kota Tegal merupakan mimpi atau keinginan besar dari Ketua MUI Kota Tegal, Abu Chaer Annur.

"BNN Kota Tegal menyambut sambutannya mengatakan, sebelumnya menyambut baik keinginan besar dari Ketua MUI Abu Chaer Annur agar dibentuk tempat rehabilitasi narkoba di Kota Tegal. Alhamdulillah saat ini launching tempat rehabilitasi narkoba bisa dilakukan.

Ketua MUI Abu Chaer Annur mengatakan, Alhamdulillah keinginan terbentuknya rumah rehabilitasi narkoba sudah terealisasi. Hal ini merujuk pada banyak generasi penerus yang terjerumus peredaran narkoba. Mengingat wilayah Pantura barat belum ada yang menginisiasi dan terbentuk.

"Diharapkan, tempat ini menjadi alternatif yang lebih murah dibandingkan dengan tempat pengobatan rehabilitasi yang lain. Diharapkan tempat ini mampu dan terjangkau oleh lapisan masyarakat," ujar Abu Chaer.

 


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita