Senin, 25/07/2022, 09:32:52
Efektivitas Buah Tomat Sebagai Bahan Alami Pemutih Gigi
Oleh: Agus Dwi Prabowo
--None--

Menurut Shantanu Lal (2004), seorang dokter gigi dan profesor kedokteran gigi di Columbia University Medical Center, gigi cenderung tumbuh simetris. Ini berarti bahwa geraham atas dan bawah di sebelah kiri tumbuh bersama dengan geraham atas dan bawah di sebelah kanan. Gigi adalah bagian tubuh manusia yang kompleks.

Fungsi gigi tidak hanya untuk mengunyah dan mencerna makanan, tetapi juga berperan penting dalam berbicara. Penampilan gigi sangat penting dalam interaksi sosial manusia dan banyak masalah yang sering muncul, semua karena gigi tidak dirawat dengan baik dan benar. Menurut Riset Kesehatan Dasar melaporkan prevalensi masalah gigi pada penduduk Indonesia meningkat dari 23,2% menjadi 25,9% pada tahun 2007 dan 2013. Masalah yang sering diidentifikasi adalah sakit gigi, gigi berjejal, gigi goyang dan gigi berubah warna.

Oleh sebab itu perubahan warna pada gigi juga memiliki kemungkinan akan terus bertambah setiap tahunnya jika dibiarkan begitu saja.perubahan warna gigi dapat mempengaruhi kepercayaan diri bila interaksi dan keindahan penampilan seseorang.
Perubahan warna gigi dapat disebabkan oleh pengaruh faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.

Perubahan faktor intrinsik yaitu stain yang terdapat pada email dan dentin biasanya disebabkan oleh stain tetrasiklin. Variasi faktor ekstrinsik yang terdapat pada permukaan luar gigi dapat disebabkan oleh noda asap dan minuman kopi. Minuman manis dan bersoda mengandung pewarna karamel yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi, kecap juga dapat mengubah warna gigi, dan bukan hanya buah beri yang dapat mengubah warna gigi. Pemutihan gigi adalah prosedur yang mencerahkan dan menghilangkan noda dari gigi.

Pemutihan gigi dapat dilakukan dengan cara alami yaitu dengan tomat
Tomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu produk hortikultura yang potensial, sehat dan menjanjikan. Baik tomat segar maupun olahan memiliki profil nutrisi yang cukup lengkap dan baik. Buah tomat terdiri dari 5-10% berat kering (anhidrat) dan 1% kulit dan biji. Ketika tomat dikeringkan, sekitar 50% dari berat keringnya terdiri dari gula pereduksi (terutama glukosa dan fruktosa), dengan sisanya adalah asam organik, mineral, pigmen, vitamin dan lipid. Tomat mengandung senyawa karotenoid yang disebut likopen.

Likopen adalah pigmen kuning tua hingga merah tua yang termasuk dalam kelompok karotenoid yang memberi warna merah pada tomat. Lycopene atau yang biasa dikenal dengan beta-karoten adalah karotenoid berpigmen merah cerah yang ditemukan pada tomat dan buah merah lainnya. Likopen adalah karotenoid yang dibutuhkan oleh tubuh. Dan merupakan salah satu antioksidan yang paling kuat. Kemampuannya untuk mengendalikan radikal bebas adalah 100 kali lipat dari vitamin E atau 12.500 kali lipat dari glutathione. Selain anti penuaan kulit, likopen juga melindungi terhadap penyakit kardiovaskular, diabetes, osteoporosis, infertilitas dan kanker, terutama kanker prostat.

Selain sebagai komponen makanan, tomat juga mengandung vitamin terutama vitamin A, B, dan C yang semuanya tinggi mineral. Tubuh membutuhkan vitamin ini untuk pertumbuhan dan kesehatan. Vitamin A mencegah xerophthalmia dan mengobati rabun senja. Vitamin B untuk mencegah dan mengobati beri-beri, radang saraf, dermatitis, lemah otot, dan penyakit lain yang disebabkan oleh kekurangan vitamin B. Berikutnya adalah vitamin C, yang mencegah sariawan, menjaga kesehatan gigi dan gusi, serta mencegah penyakit lainnya. Sementara kandungan mineralnya seperti zat besi (Fe) berguna untuk pembentukan sel darah merah. Mineral lain berupa kalsium (Ca) digunakan dalam pembentukan tulang dan gigi.

Penelitian Saputro dan Wibowo (2009) menujukkan bahwa buah tomat mampu memutihkan gigi pada gigi post ekstraksi karena dalam 1 buah tomat terdapat kandungan hidrogen peroksida sebesar 4000 x 10-9 mol. Pada ekstrak buah tomat juga terdapat peroksida dalam mereduksi warna zat yang secara efektif mengandung superoksida, hidrogen peroksida, singlet oksigen dan radikal bebas lainnya. Kandungan hidrogen peroksida mampu merusak molekul-molekul zat warna sehingga mampu memberikan efek pemutih pada gigi. Sehingga kandungan hidrogen peroksida dan peroksidase pada tomat dapat digunakan sebagai bahan alternative untuk memutihkan gigi.

Hal ini sejalan dengan penelitian Mardhiyah (2012) yang melaporkan bahwa perendaman gigi dalam ekstrak tomat 100% selama 3 hari lebih efektif dan sudah cukup maksimal untuk dapat memberikan efek pemutihan pada gigi. Menurut pendapat Goldstein (1999) dan Greenwall (2001) dalam joiner (2006) mengatakan bahwa untuk pemutihan gigi di klinik biasanya digunakan 25-35% hydrogen peroksida, selanjutnya diaktifkan dengan panas atau sinar dan hasilnya dapat dilihat setelah satu kali kunjungan (periode waktu yang pendek). Suprastiwi (2005) juga menjelaskan bahwa konsentrasi peroksida yang tinggi mempunyai kecepatan sedikit lebih cepat dalam memutihkan gigi, mendapatkan hasil yang cepat, akan tetapi akan cepat juga menjadi relaps dan butuh waktu yang panjang untuk menjadi stabil, serta kemungkinan kejadian sensitivitas pada gigi juga lebih tinggi.

Sedangkan pada Penelitian yang dilakukan oleh Hilma 2017 yang menguji efek lain dari kandungan buah tomat yakni asam askorbat dengan berbagai konsentrasi yakni pada konsentrasi 30%, 70%, dan 100% didapatkan hasil ekstrak tomat dengan berbagai konsentrasi efektif dalam pemutihan gigi.

Dari sederet manfaat pada buah tomat sebagai efektivitas bahan alami pemutih gigi dapat ditarik simpulan salah satu terapi alternatif pemutihan gigi selain dengan bahan kimiawi bahan alami juga dapat digunakan dengan cara menggunakan buah tomat. Buah tomat memiliki kandungan kandungan yang setara dengan melakukan pemutihan gigi. Berbagai macam kandungan dari senyawa lainnya pada buah tomat dapat memberikan efek teet whitening secara alami. Diharapkan kepada masyarakat agar dapat mengaplikasikan buah tomat sebagai bahan pemutih alami gigi.

(Agus Dwi Prabowo adalah mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita