“Omzet rata-rata per bulan saat ini Rp 30 juta,”
ADA yang berbeda dari produk yang dikeluarkan UKM MHM Snack dengan brand KeBu, yakni keripik pisang dengan varian rasa coklat, bawang dan karamel.
MHM Snack merupakan UKM yang bergerak di cluster kuliner. Menjual keripik pisang dengan nama KeBu, keripik pisang dengan varian rasa tradisional yang menjadikan KeBu keripik pisang ini berbeda dengan brand lainnya.
“Biasanya keripik pisang kan ya gurih, manis gitu kan? Nah sekarang kan sedikit banget yang kayak gitu dengan adanya rasa korea-korean dan western kayak bbq, taro dan sebagainya,” kata owner MHM Snack, Sri Hastuti.
Sri Hastuti mengatakan itu ketika kelompok Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta melakukan wawancara untuk memenuhi tugas Ulangan Tengah Semester Mata Kuliah Manajemen Usaha Kecil dan Mikro yang diampu oleh Bapak Agus Dwi Cahya S,Pd., M.M.
Kelompok yang terdiri 11 anggota diantaranya Arryanto, Muh. Yudha Ramadhan, dan Elisabeth Glori melakukan kunjungan observasi via whatsapp wawancara seputar keadaan manajerial UKM MHM Snack yang meliputi masalah manajemen sumber daya manusia, pemasaran, produksi dan keuangan.
Dijelaskan Sri Hastuti, bahwa inovasi yang dilakukan terinspirasi dari keadaan sekarang yang melihat banyak keripik pisang yang memiliki rasa ke korea-korean dan western. Sehingga mendorong ide kreatifnya untuk membuat keripik pisang yang membidik target pasar yang ingin cita rasa tradisonal.
“Inspirasi membuat varian rasa coklat, bawang, dan karamel untuk membidik target pasar yang pengen cita rasa tradisional. Kan selama ini keripik pisang tuh kekinian dengan rasa korea-korean dan western, nah saya membidik yang pengen ngemil keripik pisang tapi tanpa micin, tanpa bumbu instan, pengen yang alami bumbu asli, dan cita rasa cemilan buatan ibu di rumah,” tutur Sri Hastuti.
Berdiri sejak tahun 2019, KeBu keripik pisang ini sudah tersebar luas di daerah Yogyakarta. KeBu keripik pisang ini tersedia di toko oleh-oleh, supermarket Pamella, swalayan dan beberapa tempat wisata seperti Jogja Bay.
Tak hanya toko offline, KeBu keripik pisang juga dipasarkan melalui online seperti Shopee, TokoPedia, Blibli, Grab, Toko.id dan dipasarkan secara BtoB atau melalui komunitas seperti tokonik.
Saat awal merintis usaha, MHM Snack mengalami kesulitan membidik target pasar karena masalah persaingan harga produk di pasaran. Namun setelah konsumen tahu value KeBu keripik pisang yang ditawarkan MHM Snack, tidak lagi menjadi masalah karena MHM Snack telah menemukan target pasar yang pas dengan segmen menengah ke atas.
KeBu keripik pisang dijual dengan harga agen Rp. 11.000, reseller Rp. 13.000, dropshipper Rp. 15.000, end user Rp. 18.000.
“Omzet rata-rata per bulan saat ini Rp 30 juta,” tambah Sri Hastuti.