Aparat kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara di lokasi penemuan mayat. (Foto: Dok/Ist/Takwo Heriyanto)
...penemuan mayat yang kedua di areal persawahan Desa/Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Sabtu 5 Maret 2022 sekitar pukul 06.30 WIB...
PanturaNews (Tegal) - Warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, dibikin merinding dengan adanya penemuan mayat di areal persawahan. Pasalnya, penemuan mayat itu terjadi yang kedua kalinya dalam selang waktu beberapa hari.
Yang pertama, seorang petani warga Desa Jatimulya, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal yang terjadi Rabu 2 Maret 2022 kemarin, ditemukan tewas di areal pesawahan Desa Jatibagor.
Korban yang ditemukan tewas dan menggemparkan warga setempat dan sekitarnya itu, adalah seorang perempuan, Kasni (59) yang diduga di gorok oleh pelaku.
Berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dilakukan oleh jajaran Satreskrim Polres Tegal, korban tewas mengenaskan dengan berbagai luka sayatan di leher, perut dan alat kelamin korban. Termasuk payudara korban yang sudah tidak ada.
Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP I Gede Dewa Ditya Khrisnanda menjelaskan dari hasil outopsi Tim Labfor Polda Jateng, pada Kamis 3 Maret kemarin, korban mengalami berbagai luka dari benda tajam.
“Ada luka iris benda tajam di leher, kedua payudara hingga alat vital korban. Namun saat olah TKP dengan menggunakan anjing pelacak, tidak ditemukan organ tubuh korban yang hilang,” kata Kasat Reskrim Tegal, Jumat 4 Maret 2022
Guna penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku, pihaknya terus melakukan penyelidikan termasuk meminta keterangan para saksi.
Sementara, penemuan mayat yang kedua, terjadi areal persawahan Desa Dukuhturi, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, Sabtu 5 Maret 2022 sekitar pukul 06.30 WIB.
Penemuan jasad korban kali pertama bermula saat salah seorang warga tengah melintas mengenakan sepeda motor. Tanpa sengaja dia melihat ada sesosok benda yang mengapung di saluran irigasi.
Dari sejumlah informasi menyebutkan, korban merupakan mayat perempuan muda. Di mana, berdasarkan olah TKP polisi, terdapat tanda-tanda bekas cekikan dan cakaran pada korban.
Adapun ciri-ciri korban yakni berusia sekitar 30 tahun, mengenakan celana panjang warna ungu dan tanktop lerek-lerek. Saat ini jasad korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Soeselo Slawi untuk kepentingan autopsi.
Kapolsek Dukuhturi, Iptu Bambang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban sudah dievakuasi ke rumah sakit.
"Betul mas, ini sudah dibawa ke RSUD Soesilo Slawi untuk diautopsi," jawabnya singkat.