Minggu, 27/02/2022, 14:40:54
Menumbuhkan Minat Budaya Literasi di Kalangan Anak
Oleh: Arum Tri Indriyana
--None--

INDONESIA menempati rangking ke-62 dari 70 negara berkaitan dengan tingkat literasi, atau bisa disebut dengan negara yang berada dari 10 negara terbawah yang memiliki tingkat bidang literasi yang sangat rendah dan minim sekali.

Sedangkan di negara Asia Timur seperti halnya dengan Korea, Jepang, dan China itu memiliki rata-rata 20 buku baru bagi setiap orang yang ada di sana.

Tunggul Harwanto, seorang pendiri Yayasan Rumah Literasi Indonesia mengatakan, bahwa terdapat empat hal yang menyebabkan tingkat minat budaya literasi di kalangan anak Indonesia masih rendah, yaitu ada diantaranya kurangnya dukungan atau keterlibatan keluarga dalam membangun budaya literasi.

Khusunya membaca di lingkungan rumah sehingga anak tidak terbiasa menjadikan buku sebagai rujukan dalam mendapat sebuah informasi, adanya akses buku yang berkualitas masih belum merata di sejumlah daerah, adanya budaya literasi tidak hanya tentang tata kelola diperpustakaan saja, dalam hal ini juga masyarakat belum memiliki peran penuh dalam menumbuhkan budaya literasi yang produktif bagi anak.

Pemerintah dinilai belum mampu dalam mengembangkan program literasi berbasis gerakan, karena selama ini hanya dianggap lebih ke arah pengenalan saja, dan cenderung mengarah ke sesuatu yang artificial saja.

Literasi adalah istilah umum yang menunjukkan mengenai dengan seperangkat dari kemampuan dan keterampilan individu dalam segi membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan suatu masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Peran literasi bagi kalangan anak memiliki dampak dan pengaruh yang besar dalam menjalani kehidupan.

Tidak terlepas juga dari yang namanya sistem pendidikan, dimana anak juga harus seimbang dan menguasai terkait dengan literasi itu sendiri. Dunia literasi sangat cocok untuk tumbuh kembang dari seorang anak karena ketika anak memiliki literasi yang memadai, maka si anak bisa dengan mampu memahami akan budaya literasi.

Adapun budaya literasi merupakan suatu budaya yang ada dalam tatanan masyarakat yang meliputi banyak aspek dari segala usaha manusia yang berkaitan dengan kegiatan dan menulis. Adanya budaya mendorong akan adanya sebuah kebiasaan, begitu pula dengan adanya literasi akan mempengaruhi budaya tersebut. Literasi tanpa budaya akan sulit dipahami dan budaya itu tidak akan lepas dari yang namanya dengan literasi.

Tips menumbuhkan minat budaya literasi di kalangan anak diantaranya yaitu:

-a) Munculkan kesadaran akan pentingnya budaya literasi

Kesadaran akan literasi sudah seharusnya diterapkan oleh siapapun baik itu sejak dini maupun sejak anak sudah menginjak dewasa, karena literasi akan mempengaruhi pola perkembangan anak dari segi pemikiran.

Kesadaran itu harus ditimbulkan dari si anak sendiri sehingga nantinya ada keniatan untuk memahami apa itu budaya literasi dan akan menerapkannya dalam kehidupan.

-b) Berikan pemahaman mengenai dengan budaya literasi

Pemahaman jelas harus diberikan kepada anak, anak akan jauh lebih paham ketika di berikan sebuah pemahaman dari kita misal sebagai orang tua. Mengenalkan sembari memberikan pemahaman terkait dengan budaya literasi kepada anak bisa dilakukan dengan cara apa saja dan diterapkan dimana saja tanpa ada ruang batasnya.

-c) Melakukan bimbingan melalui pola pemahaman mengenai budaya literasi

Berikan bimbingan tersendiri kepada anak mengenai dengan budaya literasi. Dimana bimbingan ini diberikan dan diarahkan kepada anak agar nantinya tumbuh minat budaya literasi baik dari membaca sampai dengan menulis dari si anak tersebut.

Peran orang tua atau orang dewasa disini diperlukan agar si anak tidak melewati batas dan apa yang belum sepantasnya diketahui dan dipahami di usianya yang belum cukup umur.

-d) Mengoptimalkan peran orang tua dalam perkembangan anak

Tentu peran orang tua memiliki dampak yang besar bagi si anak. Anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orang tuanya maka dari itu orang tua harus bisa memberikan hal-hal baik dan pemahaman bagi perkembangan anak dan mengupayakan untuk mengoptimalkan segala tumbuh kembang dari anak.

Jadi, dalam dunia anak harus dikenalkan mengenai dengan budaya literasi sehingga nantinya di harapkan si anak tersebut memiliki kemampuan untuk menumbuhkan minat budaya literasi yang akan dikembangkan untuk diri si anak ataupun bagi orang lain yang ada dilingkungannya tersebut.

Dunia adalah tempat belajar, memahami literasi adalah langkah awal membangkitkan semangat dalam mengubah dunia dengan apa yang dipelajarinya.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita