Jumat, 25/02/2022, 15:35:05
Olshop Sebagai Cara Alternatif Belanja dimasa Pandemi Covid-19
Oleh: Sefia Sakila Rimadani
--None--

PANDEMI Covid-19 terjadi diawal tahun 2020, seluruh wilayah Indonesia dilockdown, terutama wilayah dengan zona merah yang amat sangat dianjurkan kepada masyarakatnya untuk tidak melakukan aktifitas di luar ruangan demi mencegah penularan virus ini.

Pandemi sudah terjadi hampir 2 tahun lamanya, dimana masyarakat sangat sulit untuk melakukan aktifitas normal seperti biasanya karena di batasi, seperti menjaga jarak, tidak boleh berkerumun, memakai masker, dan banyak sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Salah satu aktifitas yang menjadi terhalang adalah belanja, dimana semua kebutuhan kita harus dibeli namun karena adanya lockdown kita tidak bisa pergi kemana-mana. Oleh karena itu kita harus pandai-pandai mencari solusi bagaimana semua hal yang kita butuhkan bisa kita dapatkan, dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia.

Olshop atau online shop yaitu istilah belanja online via internet, selain kita membantu orang hal itu juga dapat menjadi ladang usaha untuk berbisnis terutama memasarkan barang atau jasa yang kita miliki dan dikembangkan dengan baik.

Namun, banyak hal yang harus dipertimbangkan saat memutuskan untuk memulai usaha atau bisnis, salah satunya adalah buka bisnis sendiri atau buka bisnis dengan partner, pandangan usaha bisnis ini kedepannya, dan inovasi apa nanti yang akan kita buat.

Langkah pertama mungkin kita harus mempersiapkan modal utamanya dulu, dan juga mencari costumer. Diawal usaha kita bisa mempromosikan dagangan kita lewat aplikasi seperti Whaatsapp, Instragram, Facebook, Twitter, dan banyak lainnya, atau bisa langsung di aplikasi jual beli seperti Lazada, Shopee, Tokopedia, dan lainnya. Jangan lupa mempromosikan dengan semenarik mungkin agar pembeli tertarik dan berminat untuk membelinya.

Dengan adanya modal utama yang kita punya, kita akan membeli barang dari produsen pertama dengan harga yang lebih murah lalu kita menjualnya lagi dengan harga jual lebih 5% - 20% dari harga aslinya, itu adalah keuntungan yang kita dapatkan.

Namun sebaiknya jangan mengambil keuntungan yang terlalu besar takutnya pembeli keberatan karena barang yang mereka beli mahal dan pasti akan mencari olshop lain yang lebih terjangkau, sebisa mungkin kita menjual barang dengan harga yang ramah di kantong. Karena pembeli lebih suka barang yang harganya terjangkau tapi berkualitas tinggi.

Usaha bisnis ini akan terus berjalan atau bertahan sepanjang waktu jika kita pandai dalam mengelola dan tentu saja harus tekun, ulet, sabar, dan pastinya usaha yang kita lakukan. Jika kita tidak mengelolanya dengan baik mungkin usaha bisnis ini tidak akan bertahan lama untuk kedepannya.

Dengan adanya olshop ini masyarakat pasti akan terbantu, apalagi pembeli tidak perlu keluar rumah, bisa mencari apa saja melalui internet dan akan diantar sampai rumah. Cara pembayaranya pun sangat mudah, bisa lewat minimarket terdekat, transfer via bank, bahkan bayar di tempat atau COD (Cash on delivery).

Mungkin kelemahan dalam belanja online ini adalah barang tidak sesuai dengan pesanan, seperti berbeda digambar dengan aslinya, dan banyak lainya. Costumer akan complain malah banyak kasus dimana kurir yang hanya mengantar barang dicaci maki pembeli bahkan ada yang tidak mau membayar karena hal tersebut.

Jika kita sebagai pembeli maka kita harus pandai dalam memilih barang, misalnya meminta bukti foto yang asli, bertanya kepada penjual pun sangat boleh, itu semua untuk menghindari terjadinya hal seperti itu.

Sebagai penjual pun mungkin kita harus lebih teliti lagi dalam berjualan, harus lebih jujur, karena apa yang kita perbuat nanti imbasnya juga akan kembali lagi ke kita. Semakin bagus kualitas barang yang kita jual maka akan semakin banyak pembeli yang kita dapatkan.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita