Jumat, 28/01/2022, 21:18:54
Datang ke Terminal, Kapolres Disambut Anak-anak Pengasong
-LAPORAN JOHARI

Salam Litererasi Kapolres dan warga terminal

PanturaNews (Tegal) – Di tengah-tengah kesibukannya, Kapolres Tegal Kota, AKBP Rahmad Hidayat, S.S. meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan siswa-siswi TBM Sakila Kerti di Terminal Bus Kota Tegal. Jumat 28 Januari 2022.

Dalam kesempatan itu, Kapolres berusaha menggairahkan semangat membaca dan menulis (literasi) di kalangan anak usia dini. Ini bukti kecintaannya terhadap literasi.

Kapolres Tegal Kota AKBP Rahmad Hidayat, S.S mengatakan kedatangannya di Sekolah Terminal Sakila Kerti, untuk mengajar dan membrikan semangat agar anak-anak rajin belajar, menurut kepada orang tua dan guru. Mengajar di Sekolah Terminal juga sudah dilakukan oleh pejabat-pejabat sebelumnya.

“TBM Sakila Kerti merupakan sebuah semangat yang luar biasa, yang diperuntukkan bagi masyarakat di lingkungan Terminal,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut kata Kapolres, keberadaan sekolah terminal juga untuk menjaga Kamtibmas di lingkungan terminal bus. Membuka pojok edukasi, merangkul dan mengajak warga sekitar Terminal dari yang mungkin susah untuk diajak belajar, sampai pada akhirnya mau belajar, bahkan berani tampil membaca puisi, maupun berkarya membuat puisi.

"Menggelorakan semangat literasi ini sangat positif, karena selain menumbuhkan minat baca, juga dapat menambah pengetahuan umum lewat apa yang dibaca, dengan demikian wawasan semakin luas dan dapat memperkuat nilai kepribadian seseorang," terang Kapolres.

Diharapkan TBM Sakila Kerti terus mendorong semangat masyarakat untuk gemar membaca, meskipun bersekolah di Kejar Paket jangan pernah minder dan terus semangat untuk belajar.

"Konsistensi Sakila Kerti dalam mengedukasi masyarakat harus selalu terjaga. Siapa yang tahu, mereka yang belajar dari Sakila Kerti kelak ada yang berhasil menjadi orang-orang hebat, "pungkas Kapolres.

Pengelola TBM-PKBM Sakila Kerti, Dr. Yusqon mengatakan, bahwa pendidikan ataupun edukasi bisa dilakukan dimana saja, termasuk di Terminal. Mereka warga sekitar terminal yang sebagian besar dari para pedagang asongan, pedagang kios dan tukang bersih-bersih, anak -anak mereka rata-rata kurang terpikirkan pendidikannya, untuk itu perlu dirangkul agar bisa mendapatkan pendidikan dan pembelajaran.

"Dengan konsep yang merakyat, mereka dari usia anak-anak, remaja, orang tua dan lansia sekarang sudah tidak malu-malu lagi bersekolah ataupun belajar membaca di TMB Sakila Kerti,"ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kabid PAUD dan PNFI Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal Dewi Umaroh menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilalukan oleh TBM Sakila Kerti. Karena pendidikan itu merupakan hak setiap warga negara, oleh karenanya siapapun tanpa mengenal kasta, kelas dan golongan wajib mendapatkan pendidikan, "tandasnya.


 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita