SEPERTI yang telah saya sebutkan di artikel opini sebelumnya yaitu “Bijak Dalam Memilih dan Mengikuti Kumpulan Mahasiswa di Kampus” yang juga terbit di PanturaNews ini.
Komunitas yaitu sekumpulan mahasiswa yang memiliki tujuan dalam kegiatannya dan pendiriannya, komunitas dalam kampus atau universitas itu tidak ataupun belum resmi ataupun belum sah menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau dapat dikatakan di luar dari organisasi ataupun hanya mendapat pengakuan tetapi belum sah/ resmi sebagai bagian dari kampus/ universitas.
Tak jarang komunitas juga memiliki bibit bebet bobot untuk dapat berkontribusi besar terhadap kampus atau universitas tersebut, berkualitas dan dapat memberikan kontribusi.
Dalam pendirian komunitas juga dengan visi misi untuk menjadi arah tujuan yang hendak di capai dengan berdirinya komunitas tersebut dan menjadi tolak ukur apakah tujuan komunitas tersebut didirikan tercapai atau belum setelah komunitas tersebut berjalan.
Peradaban Entrepreneur Club (PEC) merupakan salah satu komunitas yang ada di Universitas Peradaban. Universitas Peradaban adalah perguruan tinggi yang ada di kota Bumiayu, Brebes. PEC (Peradaban Entrepreneur Club) didirikan pada tanggal 1 Januari 2021, bisa dikatakan komunitas ini baru.
PEC (Peradaban Entrepreneur Club) bergerak di bidang kewirausahaan dalam upaya mencetak pengusaha muda, di mana di dalamnya itu terdapat divisi-divisi yang berhubungan dengan kewirausahaan atau usaha.
Visi misi PEC yaitu tertulis dalam 3 kata “Adaptif - Kreatif - Solutif”, dimana artinya yaitu adaptif adalah Mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan dan sosial dengan cara memberikan edukasi pengembangan diri.
Kreatif adalah Menciptakan konsep kreatifitas kewirausahaan dalam menunjang dan mendorong perkembangan UMKM di era modern dengan cara berperan dalam penerapan ekonomi kreatif. Solutif adalah memaksimalkan sumber daya yang ada demi menghasilkan solusi yang tepat dengan cara kolaborasi dari penerapan edukasi dan kontribusi.
Sebagaimana dalam TRI DARMA perguruan tinggi yaitu: (1) Pendidikan dan Pengajaran, (2) Penelitian dan Pengembangan, (3) Pengabdian Kepada Masyarakat
PEC (Peradaban Entrepreneur Club) juga berjalan dengan hal tersebut, dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan tersebut yang akan melibatkan mahasiswa Universitas Peradaban, Masyarakat sekitar, dan lainnya.
Salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu pelatihan kewirausahaan, dimana nantinya kegiatan ini akan melibatkan masyarakat, mahasiswa, dan yang utama yaitu pengurus dan anggota PEC (Peradaban Entrepreneur Club) sendiri.
Kurang lebih 20 kegiatan masih dalam perencanaan dan insyaAllah akan di laksanakan pada tahun 2022 ini. Kegiatan-kegiatan ini akan dapat berjalan sebagaiman yang telah di rencanakan, hal tersebut membutuhkan partisipasi aktif dari pengurus, anggota dan masyarakat.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan semangat pengurus PEC (Peradaban Entrepreneur Club), PEC memberikan reword kepada pengurus yang telah berkontribusi maupun berkontribusi lebih terhadap PEC (Peradaban Entrepreneur Club) yaitu berupa point yang di catat dan dikumpulkan, yang kemudian di akhir periode akan mendapatkan reword tersebut bagi pengurus yang mendapatkan point tertinggi atas pencapaiannya tertinggi selama menjadi pengurus PEC (Peradaban Entrepreneur Club).
Kontribusi aktif dari pengurus maupun anggota disini sangat diperlukan, apalagi dengan umur PEC (Peradaban Entrepreneur Club) yang baru merintis dan berusaha menjadi UKM di Universitas Peradaban. PEC (Peradaban Entrepreneur Club) disebut komunitas ini juga melalui tahap untuk bisa di akui, yaitu di ajukan di Kongres KM UP (Keluarga Mahasiswa Universitas Peradaban).
Untuk selanjutnya PEC (Peradaban Entrepreneur Club) mengajukan menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di Kongres tahun depannya dengan salah satu syarat yaitu telah melakukan kegiatan dalam kurun waktu satu tahun terhitung setelah melakukan registrasi di Kongres tahun sebelumnya.
Mahasiswa yang tergabung di PEC (Peradaban Entrepreneur Club) ini diharapkan bersungguh-sungguh dalam memilih dan mengikuti, apalagi setelah proses screnning pengurus pada 2 bulan terakhir ini dan yang dinyatakan lolos hanya orang-orang yang dirasa benar-benar sungguh mengikuti PEC (Peradaban Entrepreneur Club) ini. Tahap screnning ini bukan merupakan tahap awal dalam perekruitan, melainkan ada beberapa tahapan yang lain lagi sebelumnya.
Pendirian PEC (Peradaban Entrepreneur Club) ini di rasa sangat akan bermanfaat terutama bagi mahasiswa Universitas Peradaban, ini merupakan wadah yang dapat mewadahi mahasiswa terkait dengan kewirausahaan, entah itu berdagang, jasa, kriya, dan lainnya.
Output yang baik dari ini juga mahasiswa dapat berwirausaha atau berbisnis sebagai sampingannya ataupun utamanya ketika telah terjun di masyarakat. Mahasiswa yang belum mendapatkan atau sedang proses mencari kerja setelah lulus, bisa berwirausaha terlebih dahulu sebagai pemasukan, dengan ilmu yang telah di dapat di PEC (Peradaban Entrepreneur Club) ini.
Untuk memegang omongan atau janji mahasiswa yang lolos scrinning, PEC (Peradaban Entrepreneur Club) juga mengeluarkan surat kontrak kerja di mana surat tersebut tertandatangani mereka dan bermatrai agar kesungguhan mereka dapat dipertanggung jawabkan.
Ditambah mereka yang tergabung pada saat pengajuan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) ini tergerak hatinya karena telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana perjuangan pendirian PEC ini.