MENJALANI hubungan dengan pasangan, tentunya akan berujung dengan hal yang lebih serius, yaitu melangsungkan pernikahan.
Pernikahan bukanlah perkara mudah ada banyak hal-hal yang harus disiapkan oleh pasangan, apalagi jika menginginkan pernikahan diusia muda tentunya harus berfikir dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah kelak.
Pernikahan merupakan tujuan penting semua orang namun, pernikahan adalah impian semua manusia namun bisa saja menjadi musibah bagi beberapa orang yang memang belum siap dari segi mental maupun finansial. Ada baiknya sebelum menikah perbanyaklah berbicara atau bertanya dengan seseorang yang sudah berpengalaman untuk dijadikan sebuah gambaran setelahnya.
Memahami karakter pasangan dan tujuan hidupnya adalah hal yang sangat penting untuk mengetahui seberapa dewasanya mereka menghadapi masalah entah masalah keuangan,keluarga atau bahkan masalah emosional dengan pasangan. Bicarakan apa tujuan pasangan kalian beberapa tahun mendatang agar kalian tahu visi misi yang mereka sampaikan selaras dengan visi misimu di masa mendatang.
Jika masih menjawab hidup mengalir saja rizki Allah yang ngatur. Fix mereka memang belum siap untuk menata hidup denganmu. Satu tujuan mereka adalah menghalalkanmu selanjutnya mereka juga masih bingung.
Persiapan dari mental dan ekonomi menjadikan kedua hal ini penting pasalnya kita akan dihadapkan dengan banyak masalah setelah menikah. Biasanya 1-2 tahun menikah masih belum terasa masalah yang di hadapi tetapi masalah akan semakin berat jika sudah mempunyai anak, pendapatan suami tak mencukupi dan berujung pada pertengkaran kerena sang istri sudah stress dengan tugasnya sebagai ibu baru. Hal ini sangat dirasakan oleh wanita yang menikah di usia 18-23 tahun dimana sebenarnya mental mereka masih belum stabil.
Jika kalian sedang menghadapi masalah yang besar dan berfikir tidak dapat menyelesaikannya. Jangan sekali-kali beranggapan menikah adalah jalan keluar terbaik kecuali kamu menikah dengan Bill Gates maka untuk urusan ekonomi kalian terselamatkan. Lalu bagaimana dengan urusan lain? seperti masih tinggal dengan orangtua? Suami masih asik keluar malam berasama teman dan masih sering bermain games? Fix rumah tangga kalian terancam punah.
Lalu bagaimana seharusnya menikah yang memang untuk menyempurnakan agama atau memang sudah benar-benar matang secara finansial dan emosional?
Matang dalam hal agama karena kehidupan setelah pernikahan bukan hanya ada suami dan istri, melainkan ada seorang anak yang seratus persen menjadi tanggungjawab orang tua.
Maka orangtua wajib memiliki banyak ilmu agama untuk mengajari anak-anak mereka kelak agar menjadi pribadi yang santun, beradab dan berakhlak mulia. Untuk urusan agama tentunya kaum adam atau laki-laki harus maju selangkah dari wanita karena peran mereka adalah membimbing dan memimpin.