Selasa, 14/12/2021, 11:39:57
Event 12.12 Menyebabkan Perilaku Konsumtif Masyarakat Meningkat
Oleh: Sukma Almiasih
--None--

HARBOLNAS (Hari Belanja Nasional) jatuh setiap tanggal 12 Desember tiap tahunnya, merupakan event yang paling dinantikan oleh masyarakat. Pada tanggal itu disebut juga event 12.12.

Hampir semua kalangan menantikan datangnya event tersebut. Setiap e-commerce dan online shop saling banting harga, bahkan tidak ragu untuk memberikan diskon besar-besaran pada produk yang mereka jual. Itulah yang sangat dinanti oleh para pemburu diskon untuk berbelanja sepuas mereka dengan harga yang sangat miring.

Adanya event 12.12 tidak hanya menguntungkan e-commerce dan online shop saja tapi ekpedisi pengiriman pun ikut sibuk. Hal tersebut dapat dilihat dari para kurir yang membawa banyak barang tidak seperti pada hari biasa. Selain itu juga dilihat dari postingan karyawan yang bekerja di expedisi.

Pada postingan tersebut terlihat membludaknya paket pesanan yang jumlahnya kira-kira jutaan. Bahkan beberapa ekpedisi sampai membuka freelance demi menjaga pelayanan mereka tetap optimal.

Banyaknya diskon yang ditawarkan membuat masyarakat tergiur untuk berbelanja. Mereka berbelanja bukan karena kebutuhan tetapi karena melihat diskonnya dan untuk memuaskan kesenangan. Kadang yang mereka beli merupakan hal yang sepele dan tidak penting.

Alasan orang berbelanja pun beragam ada yang mengatakan mumpung lagi diskon, mumpung lagi promo besar-besaran, eventnya hanya setahun sekali, mumpung, mumpung, dan mumpung serta masih banyak lagi alasan-alasan lainnya. Itulah yang menyebabkan perilaku konsumtif masyarakat meningkat.

Perilaku konsumtif artinya seseorang membeli barang yang bukan menjadi kebutuhan dan menyebabkan sifat pemborosan. Perilaku konsumtif akan melekat pada seseorang apabila membeli sesuatu atas dasar keinginan. Banyak faktor yang menyebabkan orang beperilaku konsumtif.

Berikut adalah penyebabnya: 1) kemudahan berbelanja, di era modern seperti saat ini masyrakat lebih tertarik untuk berbelanja secara online dengan alasan tidak perlu repot-repot keluar untuk memilih barang mereka bisa menggunakan ponsel. 2) terlena media sosial, akhir-akhir ini marak orang membeli sesuatu hanya demi sebuah konten dan instastory.

3) tuntutan gaya hidup, masyarakat saat ini lebih mengikuti gengsi mereka menganggap memenuhi gaya hidup sudah menjadi kebutuhan hidup agar dapat diterima di lingkungan mereka akan berusaha membuat standar hidup yang sama dengan orang lain. 

Adapun ciri-ciri orang konsumtif ialah membeli barang karena iming-iming, membeli barang berdasarkan pertimbangan harga bukan atas dasar manfaat, membeli produk hanya sekedar symbol dan seterusnya. Perilaku tersebut dilakukan guna mencapai kepuasan semata. Keinginan yang menuntut sebuah kepuasan bisa mendorong untuk berperilaku konsumtif.

Dalam agama islam sendiri tidak menganjurkan seseorang untuk berlebih-lebihan atau menghambur-hamburkan harta yang dimilikinya. Karena Allah sesungguhnya tidak menyukai segala sesuatu yang berlebihan. Lebih baik digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi banyak orang. Lalu bagaimana caranya supaya kita terhindar dari perilaku konsumtif?

Pertama yang harus dilakukan adalah membuat daftar anggaran belanja, setiap pengeluaran sekecil apapun harus dicatat sehingga mudah utuk mengendalikan diri agar tidak tergoda dengan kebiasan belanja berlebihan.

Kedua, menentukan skala prioritas, bedakan mana yang kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan. Jika ada penawaran baru meskipun menggiurkan maka jangan langsung membelinya, kita harus melihat pengeluaran yang menjadi prioritas utama.

Ketiga, komitmen terhadap diri sendiri. Hal ini bertujuan menahan diri untuk tidak membeli barang yang tidak penting.

Keempat, menabung. Usahakan untuk selalu menyisihkan sebagian penghasilan untuk ditabung. Meskipun bukan hal yang mudah namun jika sudah menjadi kebiasan lama kelamaan akan menjadi kebiasan. Jika dilakukan rutin maka kita akan memiliki uang cadangan untuk masa mendatang.

Perilaku kosumtif sebenarnya dapat dihindari jika kita membeli barang sesuai kebutuhan bukan sesuai keinginan. Tidak salah memang jika sesekali menuruti keinginan sendiri tapi ingat harus ada batasnya. Jangan sampai berlebihan yang nantinya lebih kearah pemborosan.

Ayo! Lebih bijak lagi dalam berbelanja. Ingat ada kebutuhan lain yang harus dipenuhi. Kendalikan jari jemari kita saat berbelanja online jangan asal klik.

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita