PATRIARKI, apa sih yang terlintas di benak kamu saaat mendengar kata ini? Kepemimpinan? Dominasi? Arti dari kata partiarki sendiri memang gak jauh-jauh dari dua kata tersebut.
Patriarki diartikan sebagai sebuah sistem sosial yang menempatkan sosok laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama, dan mendominasi dalam sebuah kepemimpinan politik, hak sosial, otoritas moral, hingga penguasaan properti.
Budaya patriarki masih sulit dilepaskan, hingga dalam beberapa praktiknya masih dianggap sebagai suatu yang lumrah dimata masyarakat. Hal ini kemudian menimbulkan stereotype atau kepercayaan yang salah.
Seperti halnya laki-laki yang dianggap sebagai sosok yang kuat, sedangkan perempuan adalah sosok yang lemah, karena hal ini laki-laki sering dilarang menampilkan emosinya seperti menangis dan mengeluh, hal ini dilatar belakangi oleh pandangan bahwa sosok laki-laki atau pria tidak boleh terlihat lemah seperti perempuan.
Contoh dari budaya patriarki yang paling mudah ditemui adalah struktur dalam sebuah keluarga dimana laki-laki yang menjadi sosok kepala keluarga, bertugas untuk mencari uang, dan menjadi sosok yang memiliki otoritas dalam mengambil keputusan untuk perempuan, anak-anak dan terkait harta benda.
Sedangkan seorang perempuan setelah dia menikah dia harus menjadi seorang ibu rumah tangga yang mengurus suami dan anak-anaknya, contoh lainnya adalah masih banyaknya orang yang menganggap pendidikan yang tinggi tidak terlalu penting bagi perempuan, karena ditakutkan akan menyulitkannya mendapatkan jodoh dan alasan klise lainnya seperti perempuan pasti akan berakhir di dapur.
Budaya patriarki menjadi belenggu bukan hanya bagi kaum perempuan, tapi juga kaum laki-laki, bagaimana bisa begitu? Katanya patriarki adalah suatu dominasi oleh kaum laki-laki?
Memang betul bahwa laki-laki dianggap sebagai seseorang yang superior dalam budaya patriarki, namun nyatanya budaya patriarki juga menimbulkan banyak tekanan bagi laki-laki karena tuntutan sosial yang lahir dari budaya ini, misalnya saja laki-laki harus memiliki pekerjaan tetap dengan gaji sekian juta agar bisa memenuhi semua kebutuhan keluarganya, laki-laki harus mampu membeli rumah sebelum membangun rumah tangga, dan masih banyak lagi contohnya.
Padahal hal-hal yang sudah disebutkan diatas tak melulu jadi tugas laki-laki, bisa juga menjadi tanggung jawab bersama dengan perempuan. Karena itu dalam proses penghapusan budaya patriarki tak hanya memerlukan dukungan dari kaum perempuan yang menjadi objek diskriminasi, tapi juga kaum laki-laki yang dapat mendukung gerakan penghapusan ini dengan langkah awal menerima edukasi tentang budaya patriarki.