PADA awal tahun 2020 tepatnya bulan Maret sampai dengan sekarang tahun 2021, seluruh dunia tengah dihadapi dengan adanya wabah virus korona. Penyebarannya yang mudah dan cepat membuat banyak pihak merasa cemas.
Beragam upaya dilakukan oleh pemerintah salah satunya untuk menunjang pembelajaran dari rumah untuk peserta didik yang akan diterapkan selama masa pandemi Covid-19.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim bersama Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan seluruh kepala daerah untuk memastikan kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 terlaksana dengan baik di daerah.
"Prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat secara umum, serta mempertimbangkan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial dalam upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19,” jelas Mendikbud dalam rapat koordinasi (rakor) bersama Kepala Daerah seluruh Indonesia tentang Kebijakan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 secara daring, Rabu (2/9/2020).
Upaya pemenuhan layanan pendidikan selama pandemi Covid-19 adalah adanya website atau tautan yang bisa di akses selama pembelajaran daring beberapa di antaranya yaitu Google Classroom. Google Classroom merupakan aplikasi yang disediakan oleh Google untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran daring. Aplikasi tersebut menyediakan fitur 'Class'.
Dengan aplikasi ini guru dapat membuat 'Class' sendiri, dan kemudian membagikan kode kelasnya kepada peserta didik. Kemudian peserta didik dapat mengikuti kelas dengan memilih opsi 'Join Class', lalu mengisi kode yang diberikan untuk mengikuti kelas yang sudah dibuat oleh gurunya. Dalam 'Class' ini guru dapat membagikan materi kepada siswa untuk dipelajari, membagikan tugas, mengadakan kuis.
Guna ketercapaian pelaksanaan pembelajaran, peserta didik memerlukan tips belajar online yang efektif karena tidak menutup kemungkinan belajar di rumah akan terasa menjenuhkan dan tidak kondusif. Peserta didik dituntut agar memiliki komitmen dan juga disiplin untuk melakukan pembelajaran secara daring di rumah. Terkadang belajar tatap muka saja banyak mengalami kendala apa lagi sekarang di masa pandemi Covid-19.
Terdapat tiga tips mengenai cara yang efektif untuk mengatasi pembelajaran daring di masa pandemi. Pertama, siapkan ruangan khusus untuk belajar online. Siapkan sudut atau ruangan tersendiri yang tenang untuk peserta didik melakukan proses belajar. Pastikan tidak ada TV dan jauh dari kebisingan agar peseta didik nyaman dan lebih fokus. Hindari belajar online di tempat tidur karena akan memicu peserta didik mengantuk di tengah kegiatan pembelajaran.
Kedua, pastikan internet stabil selama pembelajaran online berlangsung. Jaringan internet yang tidak lancar akan menghambat keefektifan. Jadi, sebelum pembelajaran online dimulai, pastikan koneksi internet baik dan daya baterai cukup. Ketiga, setelah pembelajaran online, buatlah ringkasan untuk evaluasi hasil belajar.
Hal ini untuk mengukur sejauh mana pemahaman yang peserta didik dapatkan, skill baru apa yang sudah bisa dipraktikkan, dan hal apa yang sekiranya belum tercukupi. Jika tahap evaluasi sudah dilakukan, jadikan itu sebagai catatan untuk menentukan apakah peserta didik benar-benar paham dengan materi yang disampaikan.
Implementasi pembelajaran pada masa pandemi dilakukan secara online dari rumah, diperlukan keterliibatan pemerintah dan pihak sekolah serta pengawasan dan arahan orang tua demi mencapai tujuan pembelajaran.