Minggu, 24/10/2021, 20:28:25
Mari Ber-Evaluasi di Masa Pandemi Covid-19
Oleh: Isti Yunita Safitri
--None--

MASA Pandemi bisa dibilang masa-masa sulit, dimana kesulitan yang menyeluruh  dari beberapa aspek kehidupan baik dari bagaimana kesulitan perekonomian untuk menyeimbangkan soal finansial antara pemasukan dan juga pengeluaran.

Tidak hanya soal perekonomian, minimnya interaksi serta pembatasan mobilitas juga berimbas pada krisisnya komunikasi secara langsung, ataupun berdiskusi dalam lingkup besarpun berdampak.

Pembatasan antar wilayah guna memutus rantai penyebaran Covid-19 selalu diinformasikan lebih lanjut. Dari bagaimana perkembangan serta penyebaran Covid-19 yang diinfromasikan setiap hari agar masyarakat luas dan khalayak mengerti, memahami hal tersebut dan diharapkan kita bisa lebih safety terhadap hal sekitar baik dari dalam diri kita sendiri ke oranglain dan juga orang sekitar.

Berbagai macam bentuk adaptasi baik berskala kecil maupun berskala besar pun sudah terlewati dengan baik. Beragam respon terhadap bentuk adaptasi adalah salah satu sikap kritis dari masyarakat sekitar terhadap sebuah perubahan serta pembaharuan peraturan selama masa pandemi Covid-19, respon yang ditimbulkan pun ada yang pro dan kontra terhadap peraturan yang disampaikan.

Adaptasi dilakukan step by step dari mulai pendisiplinan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun, kemudian munculnya kebijakan tentang pengurangan jam operasional bagi pelaku usaha serta pemantauan terhadap percepatan mobilitas masyarakat sekitar. Dalam hal sosial pengurangan jumlah perkumpulan yang menimbulkan kerumunan khalayak ramai dan dalam jumlah kapasitas yang banyak dan cenderung membludak pun dibatasi dan sangat diperketat selama masa pandemi ini.

Adaptasi selama masa pandemi Covid-19 tak akan berjalan tanpa adanya peran serta semua pihak, dari bagaimana pembaharuan sebuah peraturan dan juga respon masyarakat terhadap peraturan itu sendiri. sesuatu hal yang terjadi dalam kehidupan pasti ada hikmah setelahnya, layaknya seperti masa pandemi ini dari mulai bentuk komunikasi langsung, bebas berkumpul ke bentuk komunikasi digital, pembatasan jumlah kerumunan, himbauan mematuhi protokol kesehatan serta jaga jarak yang diinfokan.

Pengalihan bentuk pembelajaran yang awalnya dari bentuk pembelajaran secara tatap muka/langsung ,ke bentuk PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau biasa kita kenal dengan istilah daring (dalam jaringan) dimana pembelajaran dilakukan tanpa adanya tatap muka hanya lewat virtual peran gudget, laptop yang mengoptimalkan koneksi internet, sinyal dan juga kuota. serta pemberlakuan stay at home.

Tak hanya soal itu, banyaknya pejuang Covid-19 yang gugur pun memberikan kita pelajaran bahwa setiap yang bernyawa pasti akan berjumpa dengan kematian. Dengan hal ini akan memberikan hikmah dan juga evaluasi diri sendiri terhadap lingkungan sekitar tentang kesehatan, kebersihan, pentingnya menghargai kebersamaan serta menghargai setiap moment yang terjadi dan pentingnya rasa syukur segala sesuatu hal.

Pembelajaran hal tersebut akan memberikan penguatan sikap intropeksi terhadap segala hal yang sudah terjadi agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan bukan saja untuk diri sendiri akan tetapi akan berdampak untuk lingkungan sekitar dan juga lingkup sosial.

(Isti Yunita Safitri adalah Mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah)

Tulisan dalam Kolom Opini ini adalah kiriman dari masyarakat. Segala tulisan bukan tanggung jawab Redaksi PanturaNews, tapi tanggung jawab penulisnya.

 
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

Komentar Berita