Ini Penampakan Laboratorium PCR di RSUD Kardinah Tegal
PanturaNews (Tegal) – Tidak lama lagi, laboratorium polymerase chain reaction (PCR) di RSUD Kardinah, Kota Tegal, segera dioperasikan. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Semarang atau Jogjakarta untuk melakukan test PCR. Namun masih menunggu petunjuk dari Dinas Kesehatan (Dinkes), Jawa Tengah dan Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI yang baru saja melakukan visitasi, Selasa 21 September 2021.
Plt Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal dr. Agus Dwi S mengatakan, laboratorium PCR ini menggunakan anggaran APBD sebesar Rp 5 miliar lebih. Laboratorium di dalam container ini, bisa melayani dengan drive thru (pengendara mobil tidak perlu turun atau keluar dari mobil) kurang lebih 4 jam hasalnya sudah bisa diketaui dan bisa dikirim melalui WA.
“Kita menunggu hasil visitasi dari Dinkes Jateng. Nantinya di sini akan terakses dan semua terekam dengan pusat. Semua yang menjalani pemeriksaan di sini datanya bisa nge-link,” kata Agus Dwi saat mendampingi kunjungan tim visitasi, Selasa 21 Septembr 2021.
Menurutnya, laboratorium tersebut tak hanya melayani pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari virus Corona, namun juga penyakit lain.
“Termasuk, bisa mendeteksi penyakit hepatitis, flu burung, bisa juga pelayanan lain yang akan kita kembangkan selain tes Covid,” ujarnya.
Lebih lanjut kata Agus, dengan keberadaan laboratorium PCR, Kota Tegal bisa lebih siap seandainya gelombang kenaikan COVID-19 terjadi sewaktu-waktu.
“Belajar dari kasus Covid yang sulit diprediksi naik turunnya. Pada awal kasus Maret 2020 yang melandai di awal 2021. Kemudian tiba-tiba di Juni-Juli kembali naik. Kita gak punya alat PCR sehingga kita kewalahan pada saat itu,” kata Agus.
Dengan laboratorium kontainer dan layanan drive thru diharapkan bisa menghilangkan kesan seram saat masyarakat ingin memeriksakan diri apakah terpapar COVID-19 atau tidak.
“Bagi masyarakat yang sakit di rumah sakit, pemerintah menjamin dan tentu dibiayai. Namun bagi yang sehat, untuk keperluan perjalanan, dan lainnya bayar. Biayanya di bawah ketentuan pemerintah. Sekitar Rp 450.000 untuk PCR, dan Rp 95.000 untuk antigen,” tandasnya..