Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani menyatakan bahwa valsin BCG di Kabupaten Tegal sudah berbulan-bulan kosong. (Foto: Dok/Tim DeAr)
...jangan hanya vaksin Covid-19 saja yang dikejar-kejar, vaksin untuk bayi juga harus dipenuhi...
PanturaNews (Tegal) - Stok vaksin Bacillus Calmette–Guérin (BCG) untuk bayi dan balita di Kabupaten Tegal sudah kosong berlulan-bulan, sehingga beberapa Posyandu tidak ada aktivitas imunisasi.
Selain kebutuhan vaksin Covid-19 untuk masyarakat, pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kesehatan, juga harus memperhatikan kebutuhan vaksin untuk bayi dan balita.
“Saya sudah cek di beberapa lokasi Kabupaten Tegal saja, belum di daerah yang lain, vaksin BCG kosong sudah berbulan-bulan,” ujar Anggota Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Dewi Aryani, M.Si seusai Sosialisasi Germas di Pendopo Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jumat 13 Agustus 2021.
Menurut Politisi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Tengan IX yang meliputi Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes dan Kota Tegal ini, bayi yang jumlahnya 26.410 ini harus divaksin.
“Itu ada ketentuanya di Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017, bahwa anak usia 0 sampai 1 tahun ada vaksin-vaksin yang wajib diberikan, kemudian untuk usia 1 sampai 5 tahun ada 12 tahun,” terang Dewi Aryani yang akrab disapa DeAr.
Kalau sekarang ini 26 ribu lebih bayi tidak divaksin, lanjut Dewi Aryani, mereka akan rentan terhadap segala macam penyakit. Kemudian jumlah balitanya yang mencapai 105.640, kalau vaksin-vaksin yang dibutuhkan tidak diberikan maka akan rentan juga.
“Jadi saya ingatkan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kesehatan, jangan hanya vaksin Covid-19 saja yang dikejar-kejar pengadaanya. Tapi vaksin untuk bayi dan balita harus dipenuhi, karena mereka adalah generasi penerus bangsa,” tegas Dewi Aryani.
Segala macam vaksin pengadaanya harus stabil. Kalaupun ada keluhan-keluhan dalam proses pengadaanya, ya harus lakukan, dicari solusinya.
“Karena untuk menjaga imunitas tidak hanya dengan vaksin Covid-19 saja. Bayi baru lahir sampai anak-anak, juga harus diproteksi dengan vaksin yang sesuai dengan kebutuhanya,” tandas Dewi Aryani.